Komisi IX DPR RI dan Direktur Pengawasan BGN Kunjungi Jembrana

  • 16 Jan 2025 22:28 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Jembrana: Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, bersama Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III Badan Gizi Nasional (BGN), Kolonel Infantri Rudi Setiawan, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jembrana, Rabu (15/1/2025). Kunjungan tersebut guna mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendapat sambutan positif di Kabupaten Jembrana, Bali.

Tiba sekitar pukul 10.00 wita, Komisi IX bersama rombongan disambut langsung Dandim 1617 Jembrana, Kadis Dikpora dan Ketua Yayasan Boga Bahagia Jembrana.

Selanjutnya meninjau sekaligus mengevaluasi pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sehat yang dikelola Yayasan Boga Bahagia Jembrana (BBJ) dan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah dasar Negari 1 Banjar Tengah, Kecamatan Negara.

Tutik menyatakan kekagumannya atas berjalannya program MBG ini di Jembrana. Menurutnya, program ini sangat luar biasa dan sesuai dengan impiannya sejak dulu, sebagai Ketua Wanita Tani. Produksi pertanian di Indonesia khususnya di Kabupaten Jembrana, bisa terserap dan dinikmati oleh masyarakat melalui program MBG ini.

"Program MBG ini sangat luar biasa dan sesuai dengan impian saya sejak lama, sebagai ketua wanita tani," ujar Tutik, kepada RRI, Rabu siang.

Meski, kata Tutik, ada beberapa hal yang perlu disempurnakan dalam penerapan program MBG, namun pelayanan secara keseluruhan di Kabupaten Jembrana ini sudah berjalan sangat baik. Namun demikian, pihaknya meminta pemantauan dan pengawasan terutama dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming, bisa terus berkesinambungan dan terus berjalan.

"Dari pantauan kami di dapur MBG maupun penyaluran ke sekolah sudah sangat cukup baik. Di situ ada pengawas dari SPPG dan Badan Gizi Nasional, juga selalu menempatkan orang, untuk mengontrol. Inilah pentingnya, pengawasan," ungkapnya.

Oleh karena itu, Tutik menegaskan pemantauan dan pengawasan harus terus berkesinambungan. "Saya minta kepada BGN pengawasan ini harus berkesinambungan jalan terus. Sehingga program ini berjalan baik dan tepat sasaran," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, termasuk membawahi provinsi Bali, Kolonel Inf Rudy Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen melaksanakan fungsi kontrol dan pengawasan, mulai proses awal dibangunnya dapur, pemeriksaan tempat, pengolahan hingga pendistribusian.

"Fungsi kami adalah melaksanakan fungsi kontrol dan pengawasan. Kita melaksanakan pemantauan dan pengawasan bagaimana proses mulai awal dapur ini berdiri, kemudian diperiksa tempat kelengkapannya oleh SPPI, kemudian berapa penerima manfaat di sekitar dapur, dalam radius 3 KM itu semua kita awasi," jelasnya.

Sehingga semua penerima manfaat program MBG ini, khususnya di Jembrana terpenuhi dan sesuai dengan harapan. Saat ini, kata dia, di Jembrana baru hanya 15 sekolah yang terlayani dalam satu dapur. Sementara jumlah siswa penerima manfaat di Jembrana berkisar 50 ribu lebih.

"Karena memang target kita adalah 3000 sampai 3500 siswa penerima dalam satu dapur. Sementara di kabupaten Jembrana ini ada sekitar 50 ribu lebih siswa penerima," ungkapnya.

Jadi masih ada kekurangan puluhan ribu siswa penerima manfaat. Karena itu masih perlu banyak lagi dapur yang harus didirikan di Kabupaten Jembrana, sekitar 20 sampai 21 dapur, untuk memenuhi kuota jumlah siswa penerima.

Sedangkan di Bali baru hanya tiga dapur yang ada. Satu dapur yang dibangun Badan Gizi Nasional di wilayah Kabupaten Karangasem, satu di Jembrana dapur mandiri yang dikelola oleh Yayasan BBJ dan satu lagi akan dibangun di Kabupaten Tabanan.

"Jadi kita berharap ke depan di seluruh Pulau Bali ini di beberapa kabupaten kota kita mendorong dapur-dapur ini agar banyak bermitra dengan kita," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....