Bibit Siklon Tropis 93S Picu Cuaca Ekstrem

  • 17 Des 2024 06:16 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : BMKG mengingatkan dampak bibit Siklon Tropis 93S yang diprediksi melanda sejumlah daerah di Indonesia. Bali menjadi salah satu daerah yang terdampak fenomena tersebut. Bibit Siklon Tropis tersebut juga memicu cuaca ekstrem disertai angin kencang yang meningkatkan potensi pasang air laut maksimum.

Kepala Pokja Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah III Denpasar Tirtha Wijaya dikonfirmasi RRI di Denpasar, Senin (16/12/2024) mengatakan, Bali menjadi salah satu daerah yang terdampak fenomena yang mempengaruhi pola cuaca dan iklim tersebut. Ia menjelaskan, BMKG bahkan mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di Pulau Dewata dampak dari Bibit Siklon Tropis 93S. Tirtha Wijaya mengungkapkan, bibit siklon tropis 93S tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan dan peningkatan kecepatan angin hingga 48 Km perjam. Ia menyebut, sirkulasi siklonik akibat fenomena tersebut membentuk daerah konvergensi atau pertemuan dua belokan angin yang mendukung pertumbuhan awan konvektif juga berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Masyarakat patut waspada ya karena potensi bencana alam di Bali itu hampir terjadi di setiap bulannya dan juga berpotensi mengalami cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang dan kilat petir yang meningkatkan potensi bencana,” ujar Tirtha Wijaya.

Tirtha Wijaya menyebut, bibit siklon tropis dengan angin permukaan yang bertiup dari arah barat daya ke barat laut dengan kecepatan 48 Km/Perjam tersebut berpotensi meningkatkan peluang terjadinya bencana hidrometeorologi terutama di wilayah rawan bencana. Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap fenomena alam ini dengan mengikuti informasi dari sumber terpercaya dan lebih tanggap terhadap potensi bencana dampak bibit Siklon Tropis 93S.

“Waspada untuk wilayah – wilayah yang sudah masuk musim penghujan karena berisiko tinggi dilanda cuaca ekstrem. Masyarakat juga hendaknya mengikuti informasi dari sumber resmi dan terpecaya terkait cuaca, iklim maupun peringatan dini lainnya,” pungkasnya.

Dengan potensi Bibit Siklon tersebut, BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai ketinggian gelombang laut di sejumlah perairan Bali dikisaran 2,5 hingga 4 meter. Berdasarkan analisis BMKG, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berbahya bagi pengguna perahu nelayan. Sedangkan bagi operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan lebih dari 16 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Bagi operator kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Masyarakat juga harus mewaspadai potensi dampak dari cuaca ekstrem yakni genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang siring dengan tingginya intensitas curah hujan yang melanda Pulau Dewata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....