Etika Sembahyang Menurut Agama Hindu
- 06 Des 2024 20:47 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar : Dalam pelaksanaan persembahyangan menurut Agama Hindu, diperlukan adanya etika bersembahyang terkait tatacara dan sikap tertentu,sebagai wujud rasa hormat,kesucian dan kesungguhan dalam memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Demikian disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Ketut Wintanaya S.Ag., M.Pd.H., dalam program acara Obrolan Komunitas di Programa 4 RRI Denpasar, Selasa, 3/12/2024.
Wintanaya menjelaskan, dalam pelaksanaan persembahyangan Agama Hindu yang perlu diperhatikan adalah kesucian diri dan perlengkapan atau sarana persembahyangan seperti busana,bunga,asep ( dupa),air dan kwangen. Sebelum melaksanakan persembahyangan umat Hindu hendaknya melaksanakan Puja Tri Sandya terlebih dahulu.
"Puja Tri Sandhya dilaksanakan pada pagi,siang,dan sore hari. Tujuannya yaitu untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa" ujarnya.
Wintanaya menambahkan etika Sembahyang umat Hindu yang wajib dilaksanakan antara lain :
1. Membersihkan badan dengan cara mandi secara bersih.Jika situasi dan kondisi tidak memungkinkan maka dapat dilakukan dengan mencuci kaki, tangan dan berkumur.
2.Pakaian yang digunakan untuk bersembahyang adalah pakaian yang sopan,seperti memakai baju yang bersih,serta kamben,udeng (kain yang diikatkan di kepala),serta senteng ( kain yang dililitkan di pinggang). Jika tidak memungkinkan menggunakan busana seperti itu, bisa cukup dengan pakaian biasa asalkan sopan, bersih dan tetap menggunakan "senteng". Rambut juga harus rapi utamanya untuk perempuan rambut hendaknya diikat atau digelung ke atas.
3. Persiapan sembahyang, dalam hal ini untuk melakukan persembahyangan, penting menyiapkan sarana seperti bunga,dupa,kwangen. Kemudian gunakanlah sikap duduk yang nyaman,laki - laki duduk bersila, dan perempuan "matimpuh".
4.Melaksanakan Pranayama atau mengatur nafas dengan sikap tangan amustikarana,yakni tangan di posisi setinggi ulu hati dengan ibu jari kanan menyatu dengan ibu jari tangan kiri serta ditempelkan di depan ulu hati.
" Setelah persiapan tersebut dilakukan barulah melaksanakan Puja Tri Sandhya,lalu dilanjutkan dengan Kramaning Sembah dan terakhir memohon air suci atau nunas tirta. Dengan menerapkan etika - etika tersebut akan memperkuat hubungan spiritual umat Hindu dengan Sang pencipta, tutup Wintanaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....