Fenomena Langka, Halo Matahari Hiasi Langit Bali
- 18 Nov 2024 17:14 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Fenomena yang berkaitan dengan matahari tidak hanya gerhana dan aurora. Halo matahari juga menjadi salah satu fenomena alam yang berkaitan dengan matahari yang juga dikenal sebagai fenomena matahari kembar atau cincin matahari. Fenomena lingkaran putih yang terlihat di sekitar matahari itu, menghiasi langit Bali (18/11/2024), siang hari.
Kepala Pokja Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah III Denpasar Tirtha Wijaya dikonfirmasi RRI di Denpasar, Senin (18/11/2024) mengatakan, halo matahari merupakan fenomena optis munculnya lingkaran putih yang terlihat di sekitar matahari. Ia menjelaskan, fenomena ini terjadi akibat pembiasan cahaya oleh kristal es pada awan citrus yang dingin. Setelah matahari mengenai awan citrus, kristal es berbentuk prisma atau batang cahaya akan dipantulkan atau dibiaskan dan lapisan cahaya matahari yang pecah dalam beberapa warna akan dipantulkan di sekitar matahari, sehingga nampak cincin yang bercahaya disekitar matahari. Menurut Tirtha Wijaya, halo matahari sebenarnya memiliki proses yang sama dengan terbentuknya pelangi pada pagi atau sore hari setelah hujan.
“Fenomena matahari kembar atau halo matahari ini terjadi akibat pembiasan cahaya di sekitar matahari. Fenomena pembiasan cahaya ini juga dikenal dengan sebutan fenomena optic atau sun dog yang merupakan fenomena penampakan titik terang di langit yang terjadi pada kondisi tertentu dan muncul ketika adanya pembiasan atmosfer di partikel hidrometeorologis atau parikel basah oleh adanya awan – awan citrus,” ujar Tirtha Wijaya.
Tirha Wijaya mengungkapkan, matahari kembar juga dikenal sebagai fenomena cincin matahari, karena matahari terlihat dikelilingi cahaya berbentuk cincin. Fenomena langka itu juga dikenal sebagai halo 22 derajat, karena besaran sudut dari cincin ke pusatnya sebesar 22 derajat. Tirtha Wijaya menambahkan, halo atau cincin bercahaya merupakan hasil dari cahaya matahari yang berbelok karena partikel uap air di atmosfer akibat disperse butir-butir air atau es pada awan citrus oleh sinar ultraviolet.
“Ini akan membiaskan matahari dipermukaan bumi yang muncul seperti pola matahari menjadi dua dan ini biasanya pada peralihan musim baik dari musim kemarau ke musim penghujan maupun sebaliknya,” pungkas Tirtha Wijaya.
Fenomena Halo Matahari menghiasa langit Bali siang kemarin yang bisa diamati di seluruh wilayah di Pulau ewata salah satunya Gianyar. Pada fenomena ini, matahari di siang hari berada di sudut yang rendah yang mengakibatkan kemampuan partikel air membiaskan cahaya lebih besar, sehingga warna yang muncul juga lebih lengkap mengelilingi matahari. Halo matahari menjadi salah satu fenomena alam langka, hasil dari cahaya matahari yang berbelok karena partikel uap air di atmosfer.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....