Sejarah dan Tema Hari Batik Nasional 2024

  • 01 Okt 2024 06:18 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober untuk merayakan pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Hari Batik Nasional (HBN) 2024 mengusung tema "Bangga Berbatik," yang ditetapkan oleh Yayasan Batik Indonesia (YBI).

Berdasarkan unggahan di Instagram resmi YBI, tema ini bertujuan untuk mendorong masyarakat Indonesia agar semakin sering menggunakan batik dalam berbagai aktivitas sehari-hari, sebagai bentuk dukungan terhadap para pengrajin dan pengusaha batik.

YBI juga memperkenalkan ikon peringatan HBN 2024, yaitu Batik Tulis Tenun Gedhog dari Tuban, Jawa Tengah. Batik ini memiliki ciri khas berupa motif burung Phoenix, yang melambangkan akulturasi budaya antara masyarakat pesisir Tuban dan Tiongkok.

Batik Tulis Tenun Gedhog dibuat dengan menggunakan alat tenun sederhana, dan proses pembuatannya masih dikerjakan oleh masyarakat asli Tuban, yang menjadikannya semakin istimewa sebagai warisan budaya yang patut dibanggakan.

Batik Indonesia mulai dikenal di kancah internasional ketika Presiden Soeharto mengenakannya pada konferensi PBB.

Langkah besar untuk memperjuangkan batik sebagai warisan budaya dimulai ketika pemerintah Indonesia, melalui Menko Kesejahteraan Rakyat, mengajukan batik kepada UNESCO pada 4 September 2008.

Pengajuan tersebut akhirnya membuahkan hasil di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan diterimanya batik sebagai Warisan Budaya Nonbendawi pada 9 Januari 2009.

Pengakuan resmi terhadap batik diumumkan pada sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Nonbendawi UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.

Dalam sidang tersebut, batik secara resmi terdaftar sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi, bergabung dengan keris dan wayang yang sebelumnya juga telah mendapat pengakuan dari UNESCO.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....