Malam Seribu Bulan, Malam Istimewa Bulan Ramadhan
- 27 Feb 2026 07:50 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu bagi seluruh umat muslim. Malam seribu bulan merujuk pada Lailatur Qadar malam mulia di bulan Ramadhan yang lebih baik dari 1000 bulan (sekitar 83 tahun lebih).
Makna dari malam seribu bulan itu sendiri merupakan malam yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan, di mana malaikat turun ke bumi membawa kedamaian, keberkahan, dan rahmat dari Allah SWT hingga terbit fajar.
Malam seribu bulan terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan, ini merupakan momen turunnya Al-Qur'an, diampuninya dosa, dan mustajabnya doa. Momen malam-malam tersebut dianjurkan bagi umat muslim untuk meningkatkan ibadah seperti shalat tarawih/tahajud, membaca Al-Qur'an, berdzikir, beri'tikaf, dan berdoa.
Ibadah pada malam ini bernilai lebih baik daripada beribadah selama 1000 bulan berturut-turut. Angka "seribu bulan" sering dimaknai sebagai jumlah yang tidak terhingga/sangat banyak, bukan hanya hitungan angka.
Dilansir dari laman unwaha.ac.id, salah satu Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. mengatakan, kemuliaan lailatul qadar adalah memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan seribu bulan.
“Malam ini (lailatul qadar, red) adalah termasuk yang istimewa dari seluruh malam di dalam satu tahun. Jadi ketika kita beribadah pada saat malam tersebut, maka ibadah kita (tercatat) lebih baik dari ibadah selama seribu bulan,” kata pria yang akrab disapa Fadil tersebut.
Umat Muslim disunnahkan mencari malam ini di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya malam ganjil, dengan memperbanyak doa, zikir, dan shalat malam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....