Pentingnya Personal Hygiene Selama Berjualan Takjil
- 12 Mar 2025 11:52 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Semaraknya bulan Ramadan, takjil menjadi hidangan favorit untuk berbuka puasa. Namun, di balik kelezatannya, kebersihan takjil sering kali luput dari perhatian. Kurangnya personal hygiene, baik dari penjual maupun konsumen, dapat meningkatkan risiko kontaminasi makanan yang berujung pada gangguan kesehatan.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dan makanan menjadi kunci utama agar momen berbuka tetap aman dan menyehatkan.
Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kerja dan Olah Raga Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ni Made Kasturiani di RRI Denpasar mengatakan, pada bulan Ramadhan masih dilakukan pemeriksaan penjual takjil untuk mempertahankan kebersihan diri saat berjualan.
“Bakteri itu dapat masuk kedalam makanan oleh manusia bisa melalui tangan, kulit, batuk, bersin, seragam, rambut bisa, maupun perhiasan. Jadi pedagang perlu adanya pembersihan secara menyeluruh ke makanan maupun dirinya sendiri.”
Ni Made Kasturiani menyampaikan, hal ini diatur dalam Permenkes No. 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada penyelenggaraan Perijinan Berusaha berbasis resiko sektor Kesehatan.
Pemilihan bahan baku makanan, menjaga pengolahan makanan, maupun menjaga pengangkutan makanan menjadi salah satu bagian dari Hygiene pada makanan.
“Pada prinsipnya, harus memenuhi 5 Kunci Keamanan Pangan seperti selalu menjaga kebersihan, pisahkan makanan matang dan mentah, jaga makanan selalu aman, masak hingga benar-benar matang, serta gunakan air maupun bahan baku yang aman,” tutupnya.
(Larasati)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....