Awas! Jangan Minum Vitamin Sembarangan Saat Puasa
- 09 Mar 2025 14:24 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar; Puasa bagi umat muslim otomatis juga mengubah pola makan dan minum.
Biasanya saat tidak menjalankan ibadah puasa bisa makan paling tidak tiga kali sehari, namun selama bulan puasa hanya dua kali yakni pada saat sahur dan berbuka.
Rentang waktu dari sahur sampai berbuka sekitar 12 jam atau lebih di beberapa tempat, namun juga ada yang kurang dari itu, sehingga membutuhkan pasokan makanan yang bergizi untuk bisa menjalankan agenda sehari-hari dengan baik.
Selain makanan dan minuman, yang penting juga adalah adanya asupan vitamin guna memperkuat daya tahan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
Vitamin adalah nutrisi mikro yang perannya sangat vital dalam mendukung fungsi organ dan jaringan tubuh.
Kata vitamin berasal kata bahasa Latin yaitu Vita yang berarti hidup dan Amina yang merujuk pada zat nitrogen dan kata ini diciptakan oleh seorang ahli biokimia Casimir Funk pada tahun 1912.
Berdasarkan North Dakota state University mengonsumsi vitamin yang tepat dan baik tergantung pada jenis vitamin itu sendiri.
Hal ini disebabkan masing-masing jenis-jenis vitamin memiliki waktu kerja paling baik yang berbeda-beda.
Saat sahur misalnya vitamin yang dianjurkan ialah jenis vitamin yang bisa larut dalam air, misalnya vitamin B2, B6 dan B12 serta vitamin C dan asam folat.
Sedangkan pada saat berbuka puasa vitamin yang dianjurkan adalah jenis vitamin yang larut dalam lemak, misalnya vitamin A, D, E, K sebab saat buka puasa tubuh akan mendapatkan asupan lemak dari makanan yang bisa melarutkan vitamin.
Sehingga vitamin akan didistribusikan oleh aliran darah ke seluruh tubuh dengan demikian dapat mengoptimalkan fungsi-fungsi organ tubuh.
Ihwal penamaan vitamin ternyata termasuk “barang baru” karena baru dinamai menjelang tahun 1920-an.
Awalnya penamaan vitamin mengikuti nama sesuai dengan alfabet, yakni A, B, C, D, E dan seterusnya, namun beberapa tahun kemudian penamaan ini berubah.
Hal ini dikatakan karena terutama vitamin B didapati bukan hanya terdiri dari satu vitamin saja, melainkan beberapa sehingga menjadi seperti yang kita kenal dewasa ini, yaitu vitamin B1 ,B2, B3, sampai B 12.
Namun kemudian para pakar merevisinya sebab vitamin B menurut pandangan mereka tidaklah seberagam itu, sehingga beberapa disingkirkan dan yang lainnya digolongkan ulang (regrouping).
Karena penggolongan dan pengelompokan ulang itulah, maka dewasa ini kita hanya mengenal vitamin B yang urutannya tidak lengkap yaitu B1, B2, B3, B4, B6 dan B12.
(Dari berbagai sumber)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....