Jembrana Siaga Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan, Kapolres dan Dandim Gelar Sidak
- 04 Mar 2025 08:20 WIB
- Denpasar
KBRN, Jembrana: Kepolisian Resor (Polres) Jembrana bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 1617 Jembrana bergerak cepat mengantisipasi potensi permainan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan bagi masyarakat.
Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, bersama Dandim 1617 Jembrana, Letkol Inf. M. Adriansyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Negara, Gudang Bulog di Desa Penyaringan, Mendoyo, dan PT Jaya Baru Lestari di Desa Tegalbadeng Barat, Negara, pada Senin (3/3/2025). Sidak ini bertujuan untuk memantau langsung stok dan harga bahan pokok, terutama beras.
"Menjelang Ramadan, kami ingin memastikan harga sembako, khususnya beras, baik medium maupun premium, tetap stabil," ujar Kapolres Endang Tri Purwanto.
Dari hasil sidak, diketahui bahwa stok beras di Gudang Bulog Penyaringan mencukupi kebutuhan masyarakat Jembrana. Gudang tersebut memiliki stok 635 ton beras impor dari Vietnam, belum termasuk serapan gabah lokal dan dari penggilingan seperti UD Puspa.
"Stok beras di Bulog cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jembrana," tambah Dandim 1617 Jembrana, Letkol Inf. M. Adriansyah.
Namun, sidak di Pasar Umum Negara menemukan adanya perbedaan harga beras antara pedagang dan pembeli. Pedagang menjual beras dengan harga Rp15.000 per kilogram, sedangkan pembeli membeli dengan harga Rp16.000 per kilogram. Harga ini melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional, yaitu Rp14.900 per kilogram untuk wilayah Bali.
"Kami mengimbau kepada seluruh pedagang untuk menghormati dan mematuhi peraturan Badan Pangan Nasional terkait HET beras medium dan premium," tegas Kapolres Endang Tri Purwanto.
Kapolres juga memperingatkan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku penimbunan dan penaikan harga di atas HET. "Jika ditemukan adanya penimbunan atau penaikan harga yang tidak sesuai ketentuan, kami akan melakukan penegakan hukum," ujarnya.
Selain beras, harga cabai rawit di Pasar Umum Negara juga melonjak hingga Rp115.000 per kilogram, dan cabai besar Rp70.000 per kilogram. Untuk mengatasi hal ini, Polres Jembrana bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menggalakkan program pekarangan pangan lestari dan membagikan bibit cabai kepada masyarakat.
Direktur PT Jaya Baru Lestari, Hendrik Asalim, memastikan bahwa stok beras di perusahaannya aman hingga Idulfitri. PT Jaya Baru Lestari memiliki stok 150 ton beras kemasan dan 1.500 ton gabah. Harga beras premium merek Srijati di perusahaan tersebut adalah Rp14.700 per kilogram, masih di bawah HET.
"Stok aman, saat ini," kata Hendrik Asalim.
Dengan langkah-langkah proaktif ini, Polres Jembrana dan Kodim 1617 Jembrana berharap dapat menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....