Jangan Tunggu Kempis! Ini Waktu Paling Tepat Mengisi Udara Ban Motor

  • 19 Jun 2026 12:02 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Ban adalah satu-satunya komponen pada sepeda motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Oleh karena itu, menjaga kondisi ban, terutama tekanan udaranya, merupakan faktor paling krusial dalam berkendara.

Sayangnya, banyak pengendara roda dua yang memiliki kebiasaan buruk baru mengisi angin ketika ban sudah benar-benar kempis atau terasa oleng saat berbelok. Padahal, membiarkan tekanan ban tidak ideal baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memengaruhi kendali motor secara drastis.

Dari sudut pandang teknis dan keselamatan berkendara (safety riding), kelalaian ini menjadi salah satu pemicu utama kecelakaan lalu lintas akibat ban selip atau pecah ban. Lalu, kapan sebenarnya waktu yang paling tepat untuk memeriksa dan mengisi udara ban motor?

Berdasarkan rekomendasi teknis yang tercantum dalam Buku Panduan Pemilik Sepeda Motor (Owner's Manual) dari berbagai pabrikan besar, serta standar perawatan dari produsen ban global Michelin, pengendara sangat disarankan untuk memeriksa tekanan udara ban sepeda motor minimal satu kali dalam seminggu, atau maksimal dua minggu sekali.

Meskipun motor jarang digunakan atau hanya terparkir di garasi, tekanan udara di dalam ban akan berkurang secara alami sekitar 1 hingga 2 PSI setiap bulannya melalui pori-pori karet ban yang sangat kecil. Penurunan ini akan terjadi lebih cepat jika motor sering diparkir langsung di atas lantai keramik yang dingin tanpa alas.

Selain jadwal rutin tersebut, pakar otomotif membagi kondisi spesifik kapan Anda harus segera melakukan pengisian atau penyesuaian angin ban:

1. Saat Ban dalam Kondisi Dingin (Sebelum Berkendara)

Ini adalah aturan emas yang mutlak dalam dunia otomotif. Pemeriksaan dan pengisian udara idealnya dilakukan di pagi hari sebelum motor digunakan beraktivitas, atau ketika motor sudah terparkir diam selama minimal 3 jam.

Alasannya: Saat motor berjalan, gesekan antara ban dan aspal akan menghasilkan panas, yang membuat udara di dalam ban memuai dan meningkatkan tekanan secara semu. Jika Anda mengukur dan mengisi angin saat ban masih panas, indikator tekanan pada alat ukur akan terbaca lebih tinggi dari angka aslinya. Akibatnya, ban justru akan kekurangan angin (kurang dari standar) saat suhunya kembali mendingin.

2. Saat Terjadi Perubahan Beban Muatan (Berboncengan / Membawa Barang)

Tekanan udara saat berkendara sendiri tentu berbeda dengan saat membawa penumpang atau barang bawaan yang berat. Umumnya, pabrikan otomotif menyarankan untuk menaikkan tekanan ban belakang sekitar 2 hingga 3 PSI ketika motor digunakan untuk berboncengan agar dinding ban tidak tertekuk berlebihan akibat beban berat.

3. Sebelum Melakukan Perjalanan Jauh (Touring)

Sebelum menempuh rute antarkota, pastikan untuk menyesuaikan tekanan angin ban sesuai standar yang tertera pada stiker petunjuk di lengan ayun (swing arm) motor. Ban dengan tekanan yang pas akan meminimalkan risiko ban meletus akibat panas berlebih selama perjalanan panjang tanpa henti.

Para teknisi otomotif mengingatkan bahwa menjaga tekanan ban bukan hanya soal merawat keawetan motor, melainkan tentang aspek keselamatan nyawa pengendara di jalan raya. Ada dampak fatal yang mengintai jika tekanan ban diabaikan:

  1. Bahaya Ban Terlalu Kempis: Ketika kekurangan angin, area ban yang menempel pada aspal menjadi terlalu lebar (over-flexing). Hal ini membuat tarikan motor terasa berat, konsumsi bensin menjadi boros, dan yang paling berbahaya adalah dinding ban bisa mengalami retak (stress cracking) serta motor menjadi sulit dikendalikan saat bermanuver tajam.

  2. Bahaya Ban Terlalu Keras: Jika angin terlalu penuh, daya cengkeram (grip) ban terhadap aspal akan berkurang drastis karena permukaan ban yang menapak menjadi sangat sempit. Motor akan terasa memantul-mantul saat melewati jalan berlubang, merusak sistem suspensi, dan sangat licin serta rawan selip saat melintasi jalanan basah atau menikung.

Menjaga keselamatan di jalan raya dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kaki-kaki kendaraan kita. Dengan disiplin meluangkan waktu memeriksa dan mengisi udara ban setiap satu atau dua minggu sekali dalam kondisi dingin, kita tidak hanya memperpanjang usia pakai ban dan menghemat bahan bakar, tetapi juga memastikan perjalanan kita selalu aman hingga tiba di tujuan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....