Strategi Pit-Stop Grand Prix Kanada: Belajar dari Sejarah

  • 21 Mei 2026 09:50 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Grand Prix Kanada sering menjadi saksi strategi balap yang mengejutkan. Dilansir dari laman F1, risiko tinggi di Sirkuit Gilles Villeneuve kerap kali berbuah hasil manis.

Sejarah mencatat rekor balapan luar biasa pada Grand Prix Kanada, Minggu, 12 Juni 2011 silam. Balapan itu berdurasi empat jam empat menit, terpanjang dalam sejarah. Safety Car keluar hingga enam kali selama balapan berlangsung.

Jenson Button mencatat enam kali pit-stop namun keluar sebagai juara. Legenda ini bermula saat Button berada di posisi paling buncit pada putaran ke-40. Ia berhasil merebut pimpinan balapan pada putaran ke-70 yang merupakan putaran terakhir.

Button memanfaatkan sentuhan ajaibnya pada pengereman di sirkuit basah. Ia melewati lawan dan menemukan cengkeraman di lintasan licin. Kesalahan Sebastian Vettel di putaran akhir dimanfaatkan dengan sempurna.

Setahun berselang, balapan pada Minggu, 10 Juni 2012 menghadirkan drama taktik perhentian. Perlombaan dua pit-stop biasanya menjadi strategi terbaik di lintasan kering. Namun, taktik satu perhentian terbukti menguntungkan beberapa pembalap nekat.

Romain Grosjean dan Sergio Perez sukses naik podium dengan taktik ini. Lewis Hamilton menang dengan dua pit-stop usai menyalip Vettel dan Alonso. Alonso gagal mempertahankan posisi karena bannya aus di akhir balapan.

Grosjean yang menghemat ban sejak awal melesat ke posisi kedua. Perez juga bersinar dengan beralih dari ban lunak ke supersoft. Taktik cerdik ini menjadi ciri khas pembalap asal Meksiko tersebut.

Perez memaksimalkan laju mobil yang lebih ringan di sisa balapan. Kesuksesan ini bahkan menarik perhatian tim besar seperti Ferrari dan McLaren.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....