Crossover Irit Suzuki Ignis Kini Jadi Buruan

  • 26 Sep 2025 10:15 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Suzuki Ignis, yang pada awal kemunculannya di Indonesia kurang disambut baik karena desainnya yang dianggap "melawan arus" dan terlalu kental nuansa India dibandingkan kompetitornya, kini justru menjadi incaran. Meskipun dibekali fitur dan kelebihan yang menarik, mobil ini gagal mencapai harapan penjualan Suzuki, yang pada akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi Ignis pada tahun 2024.

Penghentian produksi ini membuat model bekas Ignis semakin dicari, terutama oleh konsumen yang mencari mobil compact city car dengan biaya perawatan terjangkau dan keandalan khas Suzuki. Desain Compact Crossover Ignis yang unik sebenarnya dirancang fungsional untuk kebutuhan di India, pasar utama produksi mobil ini.

Dengan bodi kecil namun interior lega, Ignis memiliki ground clearance yang tinggi, sekitar 15 mm lebih tinggi dari kompetitornya sehingga sangat cocok untuk menghadapi kondisi jalanan yang buruk. Suzuki sempat melakukan upaya perbaikan desain melalui versi facelift pada tahun 2020, yang menampilkan ubahan pada bumper dan grill berbentuk 'U' serta penambahan skid plate silver yang menambah kesan berotot.

Varian yang tersedia terdiri dari GL dan GX, dengan perbedaan utama pada kelengkapan seperti roof rail. Di balik desainnya yang kontroversial, Ignis menyimpan mesin yang menjadi nilai jual utamanya: mesin K12M DOHC 4 silinder berkapasitas 1.200 cc yang terkenal sangat irit bahan bakar.

Mesin ini menghasilkan tenaga 83 horsepower dan torsi 113 Nm. Keunggulan iritnya sangat menakjubkan, dengan klaim konsumsi BBM mencapai 1:18 km/liter untuk dalam kota dan 1:22 km/liter untuk luar kota. Namun, versi otomatis Ignis menggunakan transmisi Automatic Gear Shift (AGS), yang merupakan transmisi manual yang diotomatisasi.

Transmisi AGS ini kerap dikeluhkan karena perpindahan giginya kurang halus dan terasa menghentak, mirip seperti mengendarai motor bebek. Meskipun harganya terjangkau, Ignis menawarkan kelengkapan fitur yang melebihi rivalnya di tahun yang sama. Varian tertinggi sudah dilengkapi lampu projector LED yang bisa diatur, keyless entry, start-stop engine, smart entry, hingga AC auto climate.

Dari sisi keselamatan, mobil ini sudah mengadopsi platform Heartect yang kokoh, serta dibekali fitur standar seperti Dual Airbag, ABS, EBD, dan ISOFIX. Di pasar mobil bekas, Ignis pra-facelift saat ini dijual mulai dari kisaran Rp 90 jutaan, sementara versi facelift 2020 ke atas berada di angka Rp 130 jutaan. Dengan kebandelan mesin, ketersediaan spare part yang banyak, dan efisiensi BBM yang tinggi, Suzuki Ignis sangat layak dipertimbangkan sebagai city car yang praktis dan ekonomis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....