Catat Sejarah Surfing Indonesia, Atlet Bali Pajar Ariana Sumbang Perak Asian Games

  • 30 Sep 2026 09:28 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Nagoya- Pertama kalinya sejak surfing masuk dalam program Asian Games, Indonesia berhasil membawa pulang medali melalui nomor men’s shortboard. Medali perak I Made Pajar Ariana di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya menjadi catatan bersejarah bagi surfing Indonesia.

Bagi atlet asal Bali yang membela kontingen Indonesia di Asian Games 2026, Pajar menjadi atlet ketiga setelah Cok Agung Istri Sanistyarani dan Sayu Bella yang meraih perunggu dari karate serta balap sepeda. Pajar meraih medali perak setelah bersaing dengan peselancar tuan rumah Jepang, Kanoa Igarashi, pada final yang berlangsung di Pacific Long Beach, Tahara, Prefektur Aichi, Selasa 29 September 2026.

Dalam pertarungan tersebut, Pajar mengoleksi total skor 10,40. Sementara Kanoa mencatat 12,87 poin untuk mengamankan medali emas sekaligus tiket langsung menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Pelatih timnas surfing Indonesia, Arya Subyakto, menilai Pajar sebenarnya mampu memberikan perlawanan dari sisi kemampuan teknis. Menurutnya, perbedaan skor dalam final lebih banyak dipengaruhi kondisi ombak dan kemampuan memilih gelombang yang datang.

“Kita sebenarnya dari segi skill sangat bisa bersaing, walaupun lawannya Kanoa Igarashi yang merupakan atlet World Surf League Championship Tour dan masuk jajaran atlet top 10,” kata Arya usai pertandingan.

Arya menjelaskan, kondisi ombak pada final tidak terlalu konsisten. Gelombang datang dengan jarak yang cukup lama sehingga setiap peselancar harus cermat menentukan ombak yang akan diambil.

Dalam situasi tersebut, Kanoa dinilai lebih efektif dalam melakukan seleksi ombak. Sebagai peselancar tuan rumah yang sudah memahami karakter perairan setempat, Kanoa mampu memanfaatkan kesempatan yang tersedia.

“Faktor keberuntungan sangat menentukan. Ombak yang datang agak jarang dan tidak konsisten. Di sinilah kepiawaian Kanoa terbukti. Seleksi ombaknya lebih baik dari Pajar, walaupun permainan Pajar juga sangat bagus,” ujar Arya.

Meski gagal meraih emas, Arya tetap memberikan apresiasi tinggi kepada Pajar. Baginya, medali perak tersebut merupakan pencapaian penting sekaligus modal bagi perkembangan surfing Indonesia ke depan.

“Pajar bisa memberikan persaingan ketat. Kita tetap bangga dan sangat mengapresiasi Pajar yang bisa meraih perak. Ini suatu prestasi yang luar biasa,” katanya.

Keberhasilan Pajar menjadi semakin istimewa karena Asian Games 2026 merupakan edisi pertama yang memasukkan surfing sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan. Namun, kiprah surfing Indonesia di ajang multievent sebenarnya telah berlangsung lebih lama.

Indonesia sebelumnya telah tampil di Asian Beach Games 2008 di Bali dan kemudian meraih medali pada SEA Games 2019 di Filipina. Surfing Indonesia juga telah dua kali tampil di Olimpiade, yakni Tokyo 2020 dan Paris 2024 melalui Rio Waida.

“Ini yang perdana di Asian Games. Tahun 2026 ini pertama kalinya surfing masuk Asian Games dan puji Tuhan kita berhasil merebut medali perak melalui Pajar Ariana,” tutup Arya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....