Berebut Kursi Ketua IMI Bali, Empat Kandidat Siap Daftar

  • 28 Agt 2026 22:05 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026 di Nexx Luxury Showroom .Agenda utama Musprov tersebut adalah memilih Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI Bali untuk periode 2026–2030.

Ketua Panitia Musprov IMI Bali, I Made Arka, mengatakan seluruh tahapan pelaksanaan Musprov akan berpedoman pada sistem dan aturan organisasi yang ditetapkan Pengurus Pusat (PP) IMI. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan proses pergantian kepemimpinan berjalan transparan, tertib, dan memiliki legalitas yang jelas.

“Seluruh tahapan wajib mengacu pada sistem dan aturan organisasi yang telah ditetapkan oleh Pengurus Pusat IMI. Kami ingin memastikan proses ini berjalan transparan, tertib, dan sesuai aturan,” ujar Arka saat ditemui di Sekretariat IMI Bali, Jumat 28 Agustus 2026.

Dalam Musprov kali ini, peserta dengan hak suara berasal dari klub-klub otomotif yang telah terdaftar di IMI Bali. Penetapan pemegang hak suara dilakukan melalui proses verifikasi administrasi.

Klub yang berhak memberikan suara wajib memiliki Tanda Klub Terdaftar (TKT) yang masih aktif serta sedikitnya 15 anggota dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) aktif.

Saat ini tercatat 10 klub yang memenuhi persyaratan sebagai pemilik hak suara. Selain itu, PP IMI dan Pengprov IMI Bali masing-masing memiliki satu hak suara.

Sementara klub yang TKT-nya masih aktif tetapi belum memenuhi ketentuan minimal 15 KTA akan diundang sebagai peninjau. Tercatat sebanyak 26 klub masuk dalam kategori tersebut. Mereka memiliki hak bicara dalam Musprov, tetapi tidak memiliki hak suara dalam pemilihan ketua.

Persaingan menuju kursi Ketua Pengprov IMI Bali periode 2026–2030 mulai menghangat. Hingga saat ini, terdapat empat nama yang disebut berencana maju dalam bursa calon ketua.

Keempatnya yakni Kadek Puja Astawa, yang saat ini menjabat Sekretaris Pengprov IMI Bali, Ketut Budiana, yang akrab disapa Usrok, Artha Wirawan, serta Pak Putra. Tim penjaringan telah membuka pengambilan formulir pendaftaran bakal calon sejak 22 Agustus 2026.

Sementara masa pendaftaran sekaligus penyerahan berkas berlangsung selama 10 hari, mulai 24 Agustus hingga 4 September 2026. Sesuai Peraturan Organisasi (PO) IMI, bakal calon ketua harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya pernah menjadi pengurus IMI Bali atau pengurus klub otomotif yang terdaftar dan disahkan IMI.

Kandidat juga wajib membuat surat pernyataan komitmen beserta visi dan misi untuk memajukan IMI Bali, memiliki komitmen menyediakan sekretariat IMI Bali secara permanen, serta memperoleh rekomendasi tertulis minimal sepertiga dari klub yang memiliki hak suara.

Dengan 10 klub sebagai pemilik suara, seorang bakal calon setidaknya harus mengantongi dukungan dari empat klub untuk memenuhi persyaratan pencalonan.

Arka menegaskan panitia akan menjaga independensi selama seluruh tahapan Musprov berlangsung. Menurutnya, siapa pun yang memiliki kapasitas dan terpilih nantinya harus mendapat dukungan demi kemajuan olahraga otomotif Bali.

“Kami terbuka untuk umum. Siapa pun yang memiliki kapabilitas dan potensi kuat, tentu harus kita dukung bersama. Harapan kami beda pendapat itu biasa dan tidak menjadi permusuhan. Jika memungkinkan terjadi aklamasi, itu sangat baik agar komunitas otomotif tetap rukun dan solid,” ungkap Arka.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Ketua IMI Bali, I Wayan Artha, menekankan pentingnya komitmen penuh dari figur yang ingin memimpin organisasi otomotif tersebut.Menurutnya, padatnya agenda otomotif di Bali membutuhkan sosok ketua yang memiliki waktu dan perhatian besar terhadap organisasi.

Tidak hanya kemampuan secara organisasi, calon ketua juga harus siap menyediakan waktu dan dukungan finansial yang memadai.

“Siapa pun yang akan mencalonkan diri menjadi Ketua IMI, kalau bisa hari Senin sampai Jumat itu adalah ‘hari libur’, dan Sabtu sampai Minggu itu ‘liburan’ buat Ketua. Artinya, harus memiliki freedom waktu dan free secara finansial karena kegiatan otomotif di Bali begitu padat,” ujarnya.

I Wayan Artha menilai tanggung jawab Ketua Pengprov IMI Bali tidak ringan. Berbagai agenda kejuaraan, pembinaan atlet, klub, hingga kegiatan otomotif lainnya membutuhkan koordinasi dan keterlibatan aktif dari pimpinan organisasi.

Dengan jumlah pemilik hak suara yang relatif terbatas, panitia berharap proses pemilihan dapat berlangsung kondusif dan mengedepankan persatuan komunitas otomotif Bali. Ambang batas dukungan pencalonan ditetapkan minimal empat hak suara dari 10 klub pemilih. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya konsolidasi antarbakal calon sebelum hari pelaksanaan Musprov.

“Karena pemilihnya ada 10 hak suara dan syarat minimal dukungan empat suara, harapannya bisa terjadi konsolidasi antarbalon sehingga berjalan mulus atau aklamasi. Kita sukseskan Musprov ini agar berjalan lancar dan damai,” pungkasnya.

Sesuai aturan terbaru, Ketua Pengprov IMI Bali yang terpilih nantinya akan mengemban masa jabatan selama empat tahun, yakni periode 2026–2030. Musprov ini juga digelar tiga bulan setelah Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) IMI Bali yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Dengan empat nama mulai mencuat dan tahapan penjaringan masih berlangsung, dinamika menuju Musprov IMI Bali 2026 dipastikan semakin menarik hingga penetapan calon ketua definitif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....