Jelang Musprov FORKI Bali, Armand Joger Masih Bimbang
- 26 Agt 2026 20:51 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung- Menjelang berakhirnya masa kepengurusan Pengprov Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Bali periode 2022-2026, posisi Armand Joger sebagai calon petahana kembali menjadi perhatian. Musyawarah Provinsi (Musprov) FORKI Bali dijadwalkan berlangsung pada 5 September 2026.
Namun, hingga beberapa hari menjelang penutupan pendaftaran bakal calon Ketua Umum, Armand mengaku belum sepenuhnya memutuskan apakah ingin kembali maju atau tidak. Meski telah mengantongi dukungan dari sejumlah pemilik suara, Armand menyebut keputusan untuk maju tidak semestinya datang hanya dari dirinya saja.
“Bayangan ada,” kata Armand saat ditanya mengenai kemungkinan maju kembali memimpin FORKI Bali.
Namun, ia menegaskan masih berada dalam posisi bimbang. “Karena satu, belum ada yang benar-benar meminta. Kedua, untuk menjadi seorang ketua umum itu bukan keputusan dari figur calon itu sendiri. Tetapi juga keputusan dari yang punya hak suara,” ujarnya.
| Baca juga: Ratusan Atlet KKI Badung Ikuti UKT |
Dalam Musprov FORKI Bali, terdapat 16 pemilik hak suara, terdiri atas sembilan Pengkab/Pengkot FORKI se-Bali dan tujuh perguruan anggota FORKI Bali. Armand mengatakan, dukungan yang dibutuhkan bukan sekadar surat. Menurutnya, calon ketua umum dan para pemilik suara perlu duduk bersama untuk membicarakan visi, misi, serta komitmen yang akan dibangun selama satu periode kepengurusan.
Ia bahkan mengaku sempat heran ketika menerima surat dukungan dari sejumlah anggota.
“Ada beberapa dari anggota pemilik hak suara yang sudah mengirimkan surat dukungan via WA. Tapi saya malah bertanya, ‘Memangnya saya maju? Kok sudah dikirim surat dukungan?’” tulis Armand dalam catatannya menjelang berakhirnya masa kepemimpinan.
Bagi Armand, dukungan seharusnya tidak berhenti pada administrasi pencalonan.
“Yang harusnya didukung itu niatnya , visi - misi, bukan hanya figurnya saja,” tegasnya. Ia berharap siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin FORKI Bali mendapat dukungan nyata dari seluruh pemilik suara dan pengurus, sehingga pekerjaan organisasi tidak bertumpu pada satu orang saja.
“Saya tidak siap atau lebih tidak mau kalau terpilih kembali di periode kedua nanti kembali menjadi orang yang memikul sebagian besar pekerjaan dan tanggung jawab organisasi,” ungkapnya.
Armand secara terbuka mengakui salah satu pertimbangan terbesarnya adalah pola kerja organisasi selama empat tahun terakhir. Menurut dia, masih terlalu banyak pekerjaan yang akhirnya harus ditangani sendiri.
Dalam catatannya, Armand bahkan menyebut sekitar 80 persen pekerjaan organisasi selama periode 2022-2026 sering dikerjakannya sendiri, mulai dari menyiapkan surat, memikirkan program, hingga menyiapkan berbagai kebutuhan organisasi.
“Setelah saya perhatikan, banyak dan sering saya kerjakan sendiri. Jangan nanti kesannya memberikan dukungan, tetapi ujung-ujungnya saya disuruh sendiri,” katanya.
Ia menilai organisasi seharusnya dibangun melalui kerja bersama, bukan bergantung pada figur ketua umum saja. Armand juga mengingat pesan mentornya, mantan Ketua Umum FORKI Bali dua periode, Ketut Rochineng.
“Kalau seseorang sampai dua kali memimpin tetapi tidak mampu menyiapkan kader pengganti, berarti ada kegagalan dalam kaderisasi,” tulisnya.
Karena itu, ia berharap FORKI Bali mampu melahirkan regenerasi kepemimpinan tanpa harus selalu bergantung pada figur yang sama. Di akhir catatannya Armand Joger secara khusus juga menyampaikan terima kasih terhadap orang-orang terdekat yang mendukungnya selama ini.
“Saya berterima kasih secara kepada khusus kepada istri saya, Olivia, dan seluruh keluarga besar Joger. Mereka adalah bagian penting dari perjalanan ini, tetapi sering kali justru minim mendapat perhatian, terutama dari saya. Tidak terasa banyak sekali dukungan mereka kepada karate Balinesia seperti bersabar dengan saya, menyiapkan konsumsi, mengayomi tim dan banyak hal”, tuturnya.
Armand juga menyebut dukungan banyak dari luar struktur pengurus FORKI Bali.
“Putu Ari Setiawan, Sensei Kadir, John di KONI, dan terutama Ni Putu Yulia Tirtania, yang dalam banyak keadaan justru lebih sibuk daripada saya dalam menggerakan organisasi ini. Mereka ini bukan pengurus tetapi banyak membantu. Banyak support datang dari luar struktur pengurus dan untuk itu saya sangat menghargainya”, imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....