Tim MMA Bali Optimis Raih Tiga Emas PON Bela Diri Sulut
- 22 Agt 2026 08:25 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA) resmi menjadi bagian dari agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II tahun 2026. Momen ini akan dimanfaatkan secara maksimal oleh Pengurus Indonesia Bela Diri Campuran Amatir - Mixed Martial Arts (IBCA-MMA) Bali sebagai ajang mengukur perkembangan prestasi atlet MMA Bali di kancah nasional.
Pengurus IBCA -MMA Bali telah menyiapkan 11 atlet yang akan diturunkan pada PON Bela Diri Oktober 2026 di Manado Sulawesi utara. Atlet olahraga bela diri campuran yang dipersiapkan ini merupakan hasil dari pemantauan prestasi mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi (porprov bali), hingga tingkat nasional (kejurnas).

Persiapan dilakukan melalui program desentralisasi bekerja sama dengan berbagai pusat pelatihan (Gym) seperti Bali MMA Canggu Badung. Ketua IBCA-MMA Provinsi Bali Ketut Rochineng mengatakan persiapan secara desentralisasi telah dilaksanakan terhadap atlet MMA Bali.
“Atlet yang masuk tim PON Bela Diri semua yang kami rekrut adalah atlet terbaik yang telah berprestasi di beberapa ajang kejuaraan yang diikutinya, salah satunya Porprov Bali lalu,” ujarnya.
Ia mengakui untuk PON Bela Diri kali ini belum mengetahui peta kekuatan di tingkat Nasional, mengingat ini baru pertama kali MMA ikut serta.
“Namun demikian kami pengurus dan para pelatih bertekad untuk dapat memberikan yang terbaik untuk Bali di kancah Nasional,” sambung Rochineng.
Sementara Pelatih Tim PON Bela Diri cabang olahraga MMA Provinsi Bali Teddy Indika Putra mengatakan atlet yang terakomodir masuk tim secara kualitas tidak diragukan lagi. Berdasarkan catatan prestasi, atlet ini telah menjuarai di beberapa kelas pada Porprov Bali dan juga kejuaraan nasional.
Ketika disinggung target medali emas, Teddy menegaskan atlet Bali berpotensi merebut tiga medali emas.
“Saya selaku pelatih melihat perkembangan anak anak mengalami peningkatan signifikan, baik teknik, fisik maupun strategi bertanding. Untuk itu tidak berlebihan rasanya kami bersama pengurus optimis tiga medali emas akan dapat dirah atlet Bali pada PON Bela Diri di Sulut,” ujarnya.
Mengenai persaingan dengan lawan luar Bali, Teddy mengaku akan cukup ketat, karena daerah lainnya di Indonesia juga melakukan persiapan secara maksimal.
“Yang jelas rival Bali akan datang dari Jawa Barat dan Jawa Timur, mengingat mereka sudah sering mengikuti event MMA enam tahun lebih awal dari pada atlet Bali,” ungkapnya.
Namun demikian menurutnya, tidak mendahului yang diatas, atlet Bali akan naik podium menggenggam kepingan medali emas. Ketika disinggung peluang medali Emas Bali, Teddy menyatakan medali emas diincar di kelas 51 kg, 48 kg, dan 60 kg.
Mempercayakan dua pelatih Teddy dan Toric, latihan kini fokus pada peningkatan kemampuan striking atau pukulan, tendangan dan ground atau gulat bawah. Pelatih juga memberikan program mengontrol posisi grappling dan ground and pound karena dalam pertandingan membutuhkan keseimbangan dasar yang kokoh dan pemahaman distribusi berat badan. Menurut Teddy dalam sebuah pertandingan, kesulitan mengontrol lawan di bawah biasanya terjadi karena basis tumpuan yang terlalu tinggi atau renggang.
Pada PON Bela Diri di Manado, Tim MMA Bali akan turun di kelas/kategori Flyweight Putra MMAA, Strawweight Putra MMAA, Strawweight Putri MMAA, Superlight Weight Putra MMAA, Middle Weight Putra MMAA, Bantam Weight Putri MMAA, dan Feather Weight Putra MMAA dengan berat badan dibawah 70 kilogram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....