Jelang PON Beladiri 2026 di Sulut, KONI Bali Tes Kebugaran Atlet

  • 02 Agt 2026 15:51 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali membidik sedikitnya 20 medali emas dan posisi empat besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara Oktober mendatang. Untuk mewujudkan target tersebut, KONI Bali mulai menggelar tes kesehatan dan kebugaran terhadap 71 atlet sebagai tahapan awal seleksi sebelum menjalani pemusatan latihan.

Tes tahap awal tersebut berlangsung di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Minggu 2 Agustus 2026 bekerjasama dengan UPMI Bali. Sekretaris Umum KONI Bali, I Ketut Jagrasunu, mengatakan tes dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan tingkat kebugaran atlet sebelum menjalani pemusatan latihan. Hasil tes menjadi salah satu dasar dalam menentukan atlet yang layak memperkuat kontingen Bali pada PON Bela Diri 2026.

“Ini bukan sekadar tes administratif. Kalau kami anggap atlet tidak layak dari sisi kebugaran maupun kesehatan, atlet tersebut akan dieliminasi,”tegasnya.

Ketut Jagrasunu mengatakan Bali semula mempersiapkan atlet dari delapan cabang olahraga bela diri meliputi Hapkido, Kicboxing, Kurash, Tinju, IBCA MMA, Yongmoodo, Muaythai dan Anggar. Namun, cabang olahraga anggar tidak disertakan karena kualitas atlet dinilai belum memenuhi standar untuk bersaing di tingkat nasional.

“Tersisa tujuh cabang olahraga yang mengikuti proses seleksi lanjutan. Untuk atlet Muaythai belum mengikuti tes fisik hari ini karena sedang mengikuti Kejurnas di Jawa Barat. Oleh karena itu, tes fisik hari ini hanya diikuti atlet dari enam cabang olahraga”, ungkapnya.

Sementara itu Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka alias Gung Cok mengatakan ada sejumlah tolok ukur yang dipakai untuk memilih atlet untuk memperkuat tim Bali di PON Beladiri 2026 ini.

“Kita analisanya dari Kejurnas terakhir 2025. Kita lihat prestasi mereka perak, emas, jadi mereka berarti ada di posisi satu dan dua, itu acuan kami,” ujarnya.

Gung Cok menambahkan tes fisik kali ini merupakan tahapan keempat yang dilakukan KONI Bali sebelum menentukan tim definitif. Tahap pertama Binpres dan Litbang telah memanggil pelatih cabor untuk mengetahui rekam jejak prestasi atlet. Tahap kedua, Binpres telah mengumpulkan atlet pilihan pelatih, Tahap Ketiga melakukan rapat dengan para pelatih terkait program TC sebelum bertanding bulan Oktober, dan Tahap Keempat tes fisik atlet untuk mengukur kualitas fisik sebelum tampil di PON Beladiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....