IPSI Bali Bidik Lahirnya Pesilat Nasional dan Internasional dari Porjar 2026
- 08 Jun 2026 12:05 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali 2026 menjadi momentum penting untuk menjaring bibit-bibit atlet pencak silat yang diproyeksikan mampu berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional. Melalui kompetisi yang diikuti pelajar dari seluruh kabupaten/kota di Bali, IPSI menilai Porjar bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi bagian dari proses pembinaan berjenjang menuju level yang lebih tinggi.
Koordinator Cabang Olahraga Pencak Silat Porjar Bali 2026 sekaligus Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) IPSI Bali, I Gusti Made Semarajaya, kepada RRI.CO.ID, Jumat, 5 Juni 2026 mengatakan pelaksanaan pertandingan tahun ini merupakan lanjutan dari hasil seleksi di tingkat kabupaten/kota melalui Porseni. Menurutnya, atlet yang tampil di tingkat provinsi merupakan hasil pembinaan daerah yang kemudian dipertandingkan pada PORJAR Bali 2026.
“Terkait persiapan ini, kan Porseni. Porseni itu hasil daripada Kabupaten/Kota se-Bali. Hasil itulah yang bertanding ke Porsenijar Provinsi Bali yang tahun 2026 ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, cabang pencak silat mempertandingkan kategori putra dan putri mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Nomor yang diperlombakan meliputi jurus seni dan jurus tanding.
Semarajaya menilai antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Menurutnya, setiap kabupaten/kota datang dengan target menjadi juara umum karena kualitas pembinaan pencak silat di Bali semakin merata.
“Pada prinsipnya, antusias masing-masing pelajar dan masing-masing kabupaten sangat berambisi sebagai juara umum, terutama di cabor pencak silat. Karena cabor pencak silat ini sekarang teknik, taktik, serta strateginya sudah merata, khususnya di Bali,” katanya.
Terkait jumlah peserta, ia menjelaskan format pertandingan masih mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan sehingga belum mengalami penambahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Setiap tahun itu sudah ada pakemnya, sudah ada masing-masing kelas putra dan putri, termasuk seni,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil Porjar Bali nantinya menjadi salah satu pijakan menuju kompetisi yang lebih tinggi. “Hasil daripada Porsenijar ini nanti akan berlanjut ke tingkat nasional,” ujarnya.
Selain itu, IPSI juga akan melakukan pemantauan terhadap atlet-atlet potensial untuk kebutuhan pembinaan jangka panjang. Menurut Semarajaya, Porjar menjadi bagian dari proses pemetaan sebelum atlet mengikuti kejuaraan tingkat provinsi dan menjadi bahan pertimbangan dalam menyiapkan atlet menuju babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Nanti ada istilahnya sebelum ke Kejurprov. Hasil itu nanti baru dipakai untuk backup PON, backup PON babak kualifikasi,” jelasnya.
Ia memastikan IPSI akan menurunkan tim pemantau untuk melihat perkembangan atlet yang tampil sehingga potensi mereka dapat terus dibina. “Ada, dari tim pemantau ada nanti. Hasil itu adalah hasil pantauan daripada IPSI. Nanti dilihat juga perkembangannya,” tambahnya.
Semarajaya berharap pembinaan melalui PORJAR mampu melahirkan atlet-atlet pencak silat yang mampu mengharumkan nama Bali di tingkat nasional maupun internasional. “Harapan kami selaku pencinta pencak silat, khususnya IPSI, dari Kejuaraan Porseni Bali ini menghasilkan pesilat-pesilat nasional maupun internasional, khususnya buat pencinta pencak silat Bali,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....