Porjar Bali 2026 Jadi Ajang Pemetaan Atlet Muda Menuju PON

  • 05 Jun 2026 14:44 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali Tahun 2026 resmi dibuka pada Jumat 5 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga 10 Juni 2026 tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus pemetaan potensi atlet pelajar dari seluruh kabupaten dan kota di Bali.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, kepada RRI.CO.ID, Jum’at, 5 Juni 2026 mengatakan Porjar merupakan wadah untuk mengevaluasi pembinaan olahraga pelajar sekaligus menjaring bibit-bibit atlet berprestasi yang akan menjadi fondasi olahraga Bali di masa mendatang. Menurutnya, setiap daerah di Bali memiliki potensi cabang olahraga yang berbeda sehingga Porjar menjadi momentum untuk menggali dan memetakan potensi tersebut secara lebih terstruktur.

Ia mengungkapkan, atlet-atlet pelajar yang menunjukkan prestasi nantinya dapat dibina secara berkelanjutan hingga mampu bersaing pada tingkat yang lebih tinggi. "Melalui Porjar ini kita melihat potensi-potensi atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Bali. Pembinaan dimulai dari atlet pelajar agar ke depan dapat berkembang menjadi atlet profesional yang mampu mengharumkan nama provinsi Bali," ujarnya.

Wesnawa menjelaskan, hasil pemetaan atlet dari Porjar juga akan menjadi modal awal dalam mempersiapkan atlet Bali menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan sejak dini agar stok atlet potensial di berbagai cabang olahraga tetap terjaga.

Ia mencontohkan, sejumlah cabang olahraga memerlukan regenerasi atlet sehingga pembinaan pada tingkat pelajar menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan prestasi olahraga Bali. Porjar Bali 2026 mengusung tema "Melalui Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Bali, Bangun Atlet Berprestasi dan Berkarakter Menuju SDM Bali Unggul untuk Indonesia".

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan DPA Disdikpora Provinsi Bali Tahun 2026. Sebanyak 8.585 peserta terlibat dalam ajang ini yang terdiri atas 7.291 atlet, 817 pelatih, dan 477 official.

Mereka akan berkompetisi pada 44 cabang olahraga yang meliputi 40 cabang olahraga resmi dan empat cabang olahraga ekshibisi. Pelaksanaan pertandingan tersebar di 29 venue, yakni tujuh venue di Kabupaten Badung, satu venue di Kabupaten Tabanan, dan 21 venue di Kota Denpasar.

Dalam sambutan Gubernur Bali yang dibacakan Kepala Disdikpora Bali, ditegaskan bahwa pembinaan olahraga yang dilakukan secara bertahap, berjenjang, dan berkelanjutan akan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi. Pemerintah daerah juga didorong untuk terus mengoptimalkan pengembangan olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, maupun olahraga prestasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Selain sebagai ajang kompetisi, Porjar juga menjadi sarana evaluasi terhadap proses pembinaan olahraga yang telah dilakukan di seluruh Bali. Karena itu, seluruh peserta diharapkan menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, tanggung jawab, serta semangat persaudaraan selama mengikuti pertandingan.

"Selamat berkompetisi dan raihlah prestasi terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas," ungkapnya saat membacakan sambutan Gubernur Bali.

Porjar Bali 2026 turut didukung berbagai pihak, termasuk pengurus provinsi cabang olahraga, satuan pendidikan, perangkat daerah terkait, serta pemanfaatan aplikasi Reporaksi atau Registrasi Pemuda dan Olahraga Kelola Online Terintegrasi sebagai sistem pendataan dan pengelolaan kegiatan secara digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....