Jawab Pertumbuhan Cabor Padel, PBPI Bali Luncurkan Official Website
- 20 Mei 2026 07:27 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pengurus Provinsi Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Bali meluncurkan website resmi, di Denpasar, Selasa 19 Mei 2026. Website ini untuk merapikan ekosistem olahraga padel yang berkembang pesat di Bali.
Digitalisasi ini menjadi fondasi utama bagi PBPI Bali dalam memetakan potensi atlet. Tujuannya tentu untuk mempertahankan dominasi dan membidik target minimal dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB-NTT.
Ketua Umum Pengprov PBPI Bali, Erwan Wiyono, menjelaskan, peluncuran website ini bertujuan untuk mempermudah pendataan klub, perizinan, hingga pengaturan kalender turnamen. Saat ini, tercatat ada 24 klub yang terdaftar secara administratif dengan total titik lapangan mencapai 46 lokasi yang tersebar hingga ke wilayah terluar seperti Lembongan dan Munduk.
"Kami ingin menjaga ekosistem padel di Bali agar lebih teratur. Dengan website ini, pendataan lapangan dan perizinan surat rekomendasi sesuai undang-undang menjadi lebih mudah," kata Erwan kepada wartawan di sela-sela peluncurkan Official Website PBPI Bali.
Erwan menyebut, Official Website ini memungkinkan Padel club mengajukan jadwal turnamen melalui sistem. Harapannya pengajuan itu menghindarkan bentrokan tanggal, sehingga promosi tiap event bisa lebih terukur.
Diakui, petumbuhan padel di Bali memang sangat signifikan dibandingkan daerah lain di Indonesia. Tren itu dibuktikan dengan jumlah lapangan yang kini diperkirakan sudah menembus angka di atas 200 unit.
Meski secara kuantitas klub di Jakarta lebih banyak, namun Bali memiliki model komunitas yang lebih baik, karena ipengaruhi gaya Eropa serta sektor sport tourism yang kuat.
"Bali kini menjadi capital padel untuk kawasan Asia Tenggara," ujarnya.
Terkait prestasi, PBPI Bali mematok target tinggi pada PON 2028. Target itu dipatok setelah berhasil meraih predikat juara umum pada ajang eksibisi PON sebelumnya.
"Bali kini mengincar medali emas di nomor putra, baik beregu maupun perorangan," sebutnya.
Namun, Erwan tidak menampik adanya tantangan besar di sektor putri karena minimnya jumlah atlet profesional yang menetap di Bali. "Untuk putra kami cukup optimis minimal bisa mengamankan dua atau tiga emas," tuturnya.
"Tantangan kami memang di sektor putri, karena atlet potensial seperti Ni Nyoman Sri Maryati dan Ni Putu Armini yang sempat membela Timnas di Qatar saat ini bertugas di Jakarta. Kami sedang terus mencari bibit baru melalui program turnamen," lanjut Erwan.
Saat ini, PBPI Bali sudah mengantongi nama-nama atlet putra andalan yang dipersiapkan matang. Selain itu, ada pula atlet putri yang terus dipantau perkembangannya.
Erwan bahkan menyebut adanya dinamika transfer atlet antar daerah yang mulai terjadi layaknya klub sepak bola profesional. Sebagai strategi jangka panjang, PBPI Bali akan segera memulai kejuaraan kategori youth atau remaja pada bulan depan untuk menjamin regenerasi atlet.
Selain agenda lokal, Indonesia juga telah ditunjuk oleh Federasi Internasional untuk menjadi tuan rumah International Junior Asia Cup. Event tersebut menjadi bukti bahwa perkembangan padel di tanah air, khususnya Bali, diakui secara global.
"Suatu cabang olahraga tidak akan maju tanpa regenerasi. Fondasi kuat harus dimulai dari level youth. Kami juga mengimbau para pelaku bisnis padel di Bali untuk tertib aturan, seperti memperhatikan zona hijau agar ekosistem olahraga ini tetap sehat dan berkelanjutan," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....