NPC Indonesia Apresiasi Program Kemenpora Dukung Kemajuan Olahraga Disabilitas

  • 12 Mei 2026 04:46 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Karanganyar - National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) mengapresiasi langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas dengan tajuk “BERDAYA” untuk pelaku olahraga disabilitas.

Acara kick off yang menandai dimulainya program ini berlangsung di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Program yang diikuti 200 peserta dari 29 provinsi ini dimulai hari Minggu (10/5/26) hingga Selasa 12 Mei 2026 dan bertempat di PPPI Delingan, Karanganyar dan Solo.

Para peserta tersebut merupakan pelaku olahraga disabilitas terpilih yang dilatih untuk bisa membina atau mendeteksi potensi atlet muda di daerahnya masing-masing agar bisa dikembangkan menjadi atlet berprestasi.

Selama tiga hari, para pelatih dengan latar belakang cabang olahraga yang berbeda-beda ini diberikan materi yang beragam. Sepulang dari program ini, mereka juga dibekali Learning Management System untuk mempelajari lagi materi yang sudah diberikan ataupun upgrade ilmu kepelatihan.

Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, mengapresiasi program ToT Penggerak Olahraga Disabilitas yang diinisiasi Kemenpora. Ia menilai olahraga disabilitas Indonesia masih memiliki potensi untuk berkembang lagi meski kini sudah mencetak prestasi luar biasa.

"Kegiatan ini memiliki arti yang sangat strategis bagi NPC Indonesia. Selama ini kita memahami bahwa tantangan terbesar pembinaan olahraga disabilitas bukan hanya soal kompetisi atau prestasi, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran akses dan kesempatan yang merata bagi penyandang disabilitas di Indonesia," kata Senny Marbun.

"Kita tahu itu sulit, tetapi tidak ada yang sulit jika kita mau, karena Indonesia sudah luar biasa saat ini, sudah bergerak maju. Kita berterima kasih kepada bapak Menpora Erick Thohir, baru pertama kali diselenggarakan untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya," lanjut Senny Marbun.

Senny Marbun mengungkapkan bahwa perhatian negara terhadap olahraga disabilitas sudah luar biasa. Ada banyak atlet berprestasi yang kini memiliki kehidupan berkecukupan.

Senny pun mengajak para peserta ToT Penggerak Olahraga Disabilitas untuk terus membangun ekosistem olahraga disabilitas. NPC Indonesia ingin terus mempersembahkan prestasi sebagai balasan atas perhatian negara kepada perkembangan olahraga disabilitas.

"Saya berharap teman-teman yang ikut pendidikan ini jangan cuma sekadar ikut, tetapi lakukan yang terbaik di daerahnya masing-masing. Masih banyak anak-anak disabilitas Indonesia yang memiliki potensi besar, namun belum mendapatkan ruang pembinaan yang tepat," tutur Senny.

Program Berkelanjutan

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir, menjelaskan bahwa program ToT Penggerak Olahraga Disabilitas ini tidak akan berhenti pada satu kegiatan saja, namun akan dilakukan secara berkelanjutan.

"Untuk menciptakan banyak atlet, perlu yang namanya pelatih. Tidak mungkin pembangunan atlet dari daerah tidak dikawal figur-figur yang mengerti bagaimana cara melahirkan atlet. Alhamdulillah, hari ini kita coba akan mensertifikasi, agar mereka kembali ke daerah menjadi kualifikasi, diterima untuk menjadi pakar kepelatihan," tutur Erick Thohir.

"Saya tahu jika 200 orang ini saja tidak cukup, kita akan coba nanti tambah 100 lagi dan kalau bisa setiap tahun akan terus bertambah. Semakin banyak pelatih akan semakin bagus, karena jumlah atlet akan semakin banyak," lanjutnya.

Erick Thohir mengatakan bahwa kaum disabilitas di Indonesia mencapai 22,9 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, ada sebelas persen yang sudah gemar berolahraga. Maka program ToT Penggerak Olahraga Disabilitas ini sangat penting sebagai bagian dari upaya Kemenpora bersama NPC Indonesia untuk mengembangkan olahraga disabilitas.

"Ini sebuah program yang benar-benar pakai hati. Kita akan terus dorong, apalagi bapak presiden di Asta Cita-nya sangat peduli dengan disabilitas," ungkap Erick Thohir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....