Bali Tuan Rumah Kejuaraan MMA Tingkat Asia
- 05 Mei 2026 11:19 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Indonesia khususnya Bali terpilih menjadi tuan rumah kejuaraan Mixed Martial Arts (MMA) Tingkat Asia. Event bergengsi yang akan menghadirkan ratusan atlet dari 48 negara tersebut rencananya digelar 1-10 Juli 2026.
Sekretaris Jendral (Sekjen) Pengurus Pusat (PP) Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA) Mixed Martial Arts (MMA) Maraden Lumbantoruan kepada RRI di Denpasar Senin, 4 Mei 2026 mengatakan saat ini sedang dilakukan survey tempat untuk memilih venue yang layak. Ada dua tempat alternatif yang kemungkinan akan dipilih yakni Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) atau Hotel Mulia Nusa Dua Bali.
“Sekitar 40an negara akan datang kesini, estimasi atlet luar negeri sekitar 600-700 atlet belum termasuk pelatih, dan official. Kalau atlet dari Indonesia akan lebih banyak, dari 150 kelas, semua akan kita isi. Jadi animo masyarakat terkait event ini sangat tinggi, karena ini baru pertama kali diadakan di Indonesia,” ujarnya.

Maraden Lumbantoruan mengatakan selain venue, PP IBCA MMA juga masih menanti surat ijin dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk memenuhi unsur legalitas event. Sementara untuk dukungan anggaran, menurutnya cukup aman karena melibatkan sponsor PT Medal Cahaya Bhuana Arta (MCBA) @kpcpn (Koperasi Produsen Cahaya Pintu Nusantara).
“Kita tinggal menunggu ijin dari Kemenpora. Suratnya sudah kami kirim bulan Maret lalu, kalau untuk anggaran kami cukup aman, karena kebetulan Dewan Kehormatan kita di MMA Pusat K.H. Khoirul Fathullah, beliau adalah Founder MCBA Grup, dan ini keinginan beliau untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi MMA Indonesia ke Tingkat Asia, karena beliau juga nantinya digadang-gadang menjadi calon kuat Ketua MMA di Asia,” tuturnya.
Sementara itu Dewan Kehormatan PP IBCA MMA Mohammad Khoirul Fathullah sekaligus founder PT MCBA meyakini dengan terpilihnya Indonesia khususnya Bali sebagai tuan rumah Kejuaraan MMA Tingkat Asia, akan mendatangkan banyak dampak positif tidak saja pada kemajuan prestasi MMA Indonesia, tetapi juga berdampak pada sosial, ekonomi dan budaya Bali.
“Untuk menyukseskan event yang luar biasa ini kami akan berupaya maksimal dengan para pengurus lain juga. Karena ini baru pertama, tentu ada kendala, tetapi yang terpenting bagaimana kita bisa mengkomunikasikan, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan event ini,” ungkapnya.
Mohammad Khoirul Fathullah berharap dengan keterlibatan 48 negara peserta Asia Championship ini, kolaborasi dan sinergi yang terjalin dengan Indonesia tidak hanya berhenti di bidang keolahragaan, tetapi juga dapat memperkuat sektor ekonomi, dan pariwisata.
“MMA ini merupakan salah satu sarana silahturahmi antar 48 negara. Jadi saya berharap setelah Kejuaraan MMA ini kolaborasi kita dengan negara-negara lainnya tetap terjaga, termasuk untuk menjaga ketahanan pangan dan ketahanan mental Indonesia melalui Sentra Ekonomi Desa (SED) dan Koperasi Produsen Cahaya Pintu Nusantara (KPCPN) yang dibentuk MCBA untuk mendukung program pemerintah, dan semua itu diawali dengan event olahraga yakni Kejuaraan MMA tingkat Asia ini,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....