Akeno Sport Judo Klub Rayakan HUT ke-12
- 03 Mei 2026 17:15 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Akeno Sport Judo Klub pada Mei 2026 ini genap berusia 12 tahun. Perayaan hari jadi ke-12 tahun dirayakan secara sederhana dalam suasana kekeluargaan.
Ketua Klub Akeno Sport Judo Agus Putra Adnyana kepada RRI di Denpasar Sabtu, 2 Mei 2026 menuturkan pembentukan klub ini berawal dari keinginan dirinya pensiun sebagai atlet, dan ingin mendirikan tempat latihan bagi para atlet pemula. Ia melihat para atlet yang akan bermain di Porjar kota maupun provinsi seringkali kesulitan mencari tempat latihan bahkan mau tidak mau harus tergabung bersama tim dari kabupaten/kota lainnya.
“Akeno itu kita dirikan saat saya memutuskan pensiun jadi atlet. Dengan perkembangan saat melihat atlet untuk Porjar kota itu hanya terkonsentrasi pada satu tempat, dari satu tempat itu baru atlet itu nanti dipecah bermain untuk A, B, atau C,” ujarnya.
Menurut Agus Putra Adnyana masing-masing pelatih memiliki seni dan karaketer tersendiri dalam melatih anak asuhnya. Hal inilah yang membedakan karakter dari para atlet yang dibentuk, termasuk persaingan atlet di matras akan terasa berbeda saat menghadapi sebuah pertandingan.
Berbicara pemilihan nama klub menjadi Akeno Sport Judo diakui melalui proses yang panjang sehingga dipilih satu nama Akeno yang berarti Sinar yang mulia.
“Akeno itu berarti Sinar yang mulia, nama itu sudah kita patenkan dan klub ini sudah berbadan hukum,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Pengawas Klub Akeno Sport Judo yang juga Ketua Majelis Sabuk Hitam Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Bali Sensei Nengah Sudiarta mengatakan Klub Akeno Sport Judo ini merupakan satu dari dua klub judo di Kota Denpasar yang berbadan hukum. Oleh karena itu ia memastikan setiap atlet yang berlatih di klub ini akan mengikuti proses latihan secara profesional, tidak saja untuk meraih sebuah prestasi tapi yang terpenting adalah pembentukan karakter yang lebih baik.
“Kalau kita lihat selama 12 tahun perjalannya, Akeno sport ini tidak hanya menjadi klub yang sekedar ada, tetapi mereka melakukan pola pembinaan dengan kerja keras,” tuturnya.
Sensei Nengah Sudiarta mengatakan sejak dirinya menjadi pelatih judo mulai tahun 1984 banyak dinamika yang dialami dari proses pembinaan judo di bali termausk di klub-klub. Terlepas dari dinamika tersebut dirinya berpesan kepada atlet agar tetap menjunjung tinggi jiwa bushido atau semangat pantang menyerah, sehingga sesulit apapun rintangan yang dihadapi para atlet tetap mampu bertahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....