Tabanan Sukses Menggelar Kejuaraan Bola Tangan Antar Pelajar

  • 01 Mei 2026 15:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Tabanan- Berawal dari keresahan pengurus dan pelatih karena sulitnya mencari bibit atlet potensial, Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Tabanan berkolaborasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tabanan menggelar Kejuaraan Bola Tangan Antar Pelajar SMP dan SMA di GOR Debes Tabanan. Alhasil 11 sekolah dengan 20 tim putra dan putri berhasil terjaring dan unjuk gigi berebut prestasi di event bola tangan antar pelajar pertama di kabupaten Lumbung Beras Tabanan.

Untuk Tingkat SMP, SMPN 2 Tabanan berhasil menjadi champion kategori putra, dan kategori putri dimenangkan SMPN 2 Marga. Sementara kategori SMA, tim putra SMAN 2 Tabanan meraih podium tertinggi sementara SMAN 1 Tabanan berhak atas podium juara tim putri.

Ketua Umum KONI Tabanan I Made Nurbawa dihubungi RRI Jumat, 1 Mei 2026 di Tabanan mengungkapkan cabang olahraga bola tangan memang sulit mencari bibit atlet. Bahkan atlet yang ada di database KONI Tabanan bisa dihitung dengan jari.

Akan tetapi setelah dilakukan perbaikan strategi dan pola pembinaan, akhirnya para atlet pelajar mulai bermunculan, dan ini akan menjadi tabungan bagi Kabupaten Lumbung Beras untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi.

“ABTI ini sudah dipertandingkan di Porprov dan Tabanan dapat perunggu. Sekarang di Porjar juga dipertandingkan, tetapi atlet kita itu cuma hitungan jari saja. Jadi kita sarankan bikin event antar pelajar di Tabanan karena basis supporter itu kan ada di kabupaten, jadi astungkara ramai dan berhasil,” ungkapnya.

Made Nurbawa mengatakan kelemahan manajemen kepelatihan cabang olahraga di Tabanan yang sering dijumpai selama ini yakni kurangnya upaya pemasalan atlet dari tingkat grassroot dan pelajar. Padahal sejatinya di level itulah tersedia stok atlet skala besar yang dapat diorbitkan menjadi atlet Nasional.

“Sekarang untuk ABTI kita sudah ada di 11 sekolah dengan 20 tim. Saya itu mencoba masuk dari kesulitan cabor, selama ini cabor itu belum apa-apa sudah berpikir ke ujung, belum mulai dari akarnya. Bagaimana bisa mencari atlet kalau mereka tidak bisa menjadikan cabornya menarik bagi masyarakat dan pelajar, jadi pola itu yang kita benahi dan ubah secara perlahan,” jelasnya.

Made Nurbawa menambahkan ke depan pola dan strategi pembinaan dari level pelajar yang akan lebih digenjot. Saat ini tercatat 44 cabang olahraga anggota KONI Tabanan, dengan 34 cabor aktif mengirimkan atletnya di Porjar.

Selain pembenahan strategi pembinaan, KONI Tabanan juga fokus pada penataan database atlet melalui sistem digital, sehingga rekam jejak dan perkembangan prestasi atlet di masing-masing cabang olahraga terpantau dengan jelas dan transparan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....