Evaluasi Muaythai di Porprov, Seluruh Kontingen Tampil Mengejutkan

  • 31 Okt 2025 04:38 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Cabang olahraga Muaythai menjadi salah satu sorotan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI tahun 2025. Setelah rangkaian pertandingan sengit yang digelar pada 2–6 September di Aula Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, kini pengurus dan pelatih mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil dan kualitas penampilan para atlet.

Kontingen Muaythai Klungkung tampil sebagai juara umum dengan torehan 7 medali emas, 4 perak, dan 6 perunggu. Hasil ini menegaskan dominasi Klungkung di cabang bela diri asal Thailand tersebut setelah menurunkan 19 atlet di berbagai kelas tarung dan seni. Sementara itu, Muaythai Buleleng menjadi kejutan besar dengan raihan 6 emas, 7 perak, dan 2 perunggu, melebihi target awal yang hanya menembus 3–5 emas.

Pelatih Klungkung menilai kemenangan tipis di beberapa partai final menjadi kunci keberhasilan timnya mempertahankan posisi puncak. Namun, di sisi lain, evaluasi tetap diperlukan terutama dalam menjaga konsistensi performa atlet agar tidak lengah di babak-babak penentuan. Buleleng sendiri menunjukkan progres signifikan, terutama di nomor seni seperti Muayrobic yang menjadi pembuka raihan medali emas sebelum sukses di nomor tarung.

Dari hasil evaluasi awal, sejumlah catatan penting muncul untuk dijadikan acuan pembinaan ke depan. Pertama, masih ada kesenjangan konsistensi performa antara babak penyisihan dan final. Kedua, regenerasi atlet perlu diperkuat agar tidak terjadi ketergantungan pada nama-nama senior. Selain itu, fasilitas latihan dan jumlah sparring partner antar kabupaten juga menjadi perhatian agar pembinaan berjalan merata.

Beberapa pengurus juga menyoroti rendahnya partisipasi atlet dalam kejuaraan pra-kompetisi. Kasus absennya sejumlah atlet unggulan di even Muaythai Badung, misalnya, dianggap mengurangi kesempatan mereka menambah jam terbang sebelum turun di Porprov. Evaluasi ini menjadi momentum untuk memperkuat program pelatihan jangka panjang, baik dari aspek teknis, fisik, maupun mental.

Ke depan, Muaythai Bali berencana menyusun strategi pembinaan yang lebih terarah, termasuk menggelar turnamen antar-kabupaten secara rutin, memperluas kerja sama sparring dengan provinsi lain, serta memperkenalkan program pelatihan puncak (peak training) bagi atlet potensial. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mempertahankan prestasi Bali di tingkat nasional, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi atlet muda untuk bersinar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....