Tujuh Knot, Angka Berbahaya Penyebab Penyelam KM Virgo Hentikan Pencarian

  • 28 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Indonesia kembali berduka dengan kabar tenggelamnya KM Virgo Transport 8 pada Minggu dini hari, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 WITA (01.00 WIB) lalu. Diketahui rute pelayaran kapal tersebut dimulai dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

KM Virgo Transpor 8 diduga tenggelam akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi di Laut Jawa. Kapal ini berlayar membawa 243 orang (30 kru kapal, 27 mitra kerja, 59 penumpang dewasa, 1 anak, dan 126 sopir/kernet logistik) serta memuat 89 unit kendaraan.

Dibalik keberhasilan penemuan korban dan proses evakuasi yang telah dilakukan, terdapat hal berbahaya yang tidak banyak orang ketahui. Hal berbahaya tersebut adalah arus bawah laut. Arus bawah laut merupakan pergerakan massa air yang terjadi di kedalaman di bawah permukaan laut dan sering kali tidak terlihat secara langsung dari permukaan.

Dalam tragedi tenggelamnya KM. Virgo, Basarnas mencatat arus bawah laut mencapai 6 Knot, mendekati 7 Knot. Kecepatan arus bawah laut tersebut sempat dihadapi oleh tim pencarian KM Virgo.

Dikutip dari akun instagram milik @relawan.nusantara, Ketika penyelam diturunkan, mereka harus segera ditarik kembali. Hal tersebut dilakukan demi keselamatan penyelam.

Dalam operasi pencarian korban, kondisi ideal untuk penyelaman adalah lebih dari 1,5 knot (menurut keterangan operasi). Sedangkan kondisi yang dihadapi oleh mereka saat itu kurang lebih 7 knot. Kondisi tersebut menandakan arus dilapangan saat itu sangat kuat.

BRIN menemukan arus di wilayah kejadian dipengaruhi siklus pasang surut dan dapat berbalik arah. Arusnya tidak selalu sama. Karena itu area pencarian pun harus terus diperbarui mengikuti pergerakan arus laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....