Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- 20 Sep 2026 11:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Magelang - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menginstruksikan gerai-gerai di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus memprioritaskan barang-barang yang dijual merupakan hasil produk UMKM lokal di daerah masing-masing. Hal itu dikatakan Menkop Ferry Juliantono saat membuka Borobudur Indonesia Expo dan KDKMP Expo 2026 di Magelang, Jawa Tengah dikutip dari kop.go.id.
“UMKM dikurasi, para petugas diberikan pelatihan dalam mengelola koperasi. Kami akan terus dampingi. Jadi produk-produknya UKM lokal tidak perlu bingung karena sudah ada tempatnya di KDKMP, ujarnya.
Menkop Ferry menegaskan, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini menggerakkan tiga pilar ekonomi secara setara koperasi, BUMN, dan swasta. Koperasi kini dipulihkan kembali menjadi sokoguru atau arus utama perekonomian nasional.
“Kementerian Koperasi (Kemenkop) melaksanakan tiga langkah cepat untuk mengembalikan kepercayaan terhadap koperasi,” ucapnya.
Menkop Ferry mengungkapkan, rebranding. Koperasi kurang diperhatikan dan tidak dikenal oleh generasi muda, milenial, maupun Gen Z. “Kini koperasi mulai dipahami kembali, didukung langkah Provinsi Jawa Tengah yang memasukkan kembali mata pelajaran perkoperasian ke jenjang pendidikan dasar dan menengah,” ucapnya.
Selain itu, Menkop Ferry menyebut digitalisasi. Transformasi dari sistem tradisional menjadi modern dipercepat agar koperasi mampu bersaing di era kekinian. Pembenahan tata kelola yakni Koperasi tidak lagi dinilai sekadar dari pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), melainkan dari kinerja usahanya.
Kemenkop mendorong koperasi kembali masuk ke sektor produksi, distribusi, industri, maupun keuangan sesuai cita-cita para pendiri bangsa. “Karena itu, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga seni dibentuk menjadi koperasi agar dapat mengakses permodalan, pendampingan, teknologi, dan pasar secara lebih luas,” tegasnya.
Menkop Ferry juga meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda), Walikota hingga Bupati segera mengkurasi kelompok-kelompok usaha dan membentuk koperasi, sehingga produk lokal dapat naik kelas dan mendunia. “Saya harap Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi momentum penguatan pasar produk koperasi dan UMKM, sekaligus mempercepat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat demi kemajuan ekonomi rakyat,” ucapnya.
Sementara Walikota Magelang Damar Prasetyono memohon dukungan berupa pelatihan peningkatan kapasitas manajemen koperasi, penerapan teknologi, serta pendampingan usaha agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas. “Hari ini menjadi kesempatan bagaimana koperasi dan UMKM sebagai ruang pertemuan antara produk dan pasar, pelaku usaha dan mitra, serta potensi daerah dengan jejaring ekonomi yang lebih luas,” katanya.
Menurut Walikota Damar, Kawasan pariwisata Borobudur tidak hanya milik satu daerah. Damar mengajak lima daerah penyangga meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Temanggung untuk bersama-sama memperkenalkan potensi terbaik.
Sementara itu, gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026 melibatkan sebanyak 150 UMKM dengan target 40.000 pengunjung, dan nilai transaksi ditargetkan mencapai hingga Rp 2 miliar selama 4 hari penyelenggaraan pada tanggal 17–20 September 2026 di Alun-Alun Kota Magelang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....