Indonesia Dorong Reimajinasi Pembangunan Konektivitas

  • 14 Sep 2026 15:14 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Medan - Indonesia mendorong keselarasan antara proyek konektivitas fisik dengan perencanaan pembangunan Pemerintah Daerah, serta penguatan koridor pelabuhan strategis. Hal ini terungkap dalam pembahasan pada Pertemuan Pejabat Tinggi ke-33 Indonesia-Malaysia-Tailan atau Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle Senior Officials’ Meeting (IMT-GT SOM), di Medan, Sumatra Utara dikutip dari ekon.go.id.

Pertemuan ini juga menandai penyerahan estafet Keketuaan (Chairmanship) SOM IMT-GT dari Tailan kepada Indonesia. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi sekaligus Ketua Sidang dalam pertemuan tersebut menegaskan pentingnya melakukan langkah-langkah transformatif dalam kerja sama subregional.

“Hari ini kita berkumpul tidak sekadar untuk membahas konektivitas fisik, melainkan untuk mereimajinasi konektivitas tersebut. Rantai pasok kawasan bukan lagi sekadar garis lurus di atas peta, melainkan ‘arteri hidup’ yang membuka peluang ekonomi riil bagi masyarakat subregional. Ketika jalur pelayaran utama seperti Selat Malaka mengalami perlambatan, dampaknya langsung dirasakan oleh perekonomian subregional,” jelas Deputi Edi.

Deputi Edi mengungkapkan, salah satu fokus utama pertemuan ini adalah melakukan evaluasi dan pemantauan menyeluruh terhadap perkembangan berbagai proyek yang tertuang dalam Cetak Biru Implementasi atau Implementation Blueprint (IB) periode 2022-2026, sekaligus meletakkan fondasi untuk penyusunan Cetak Biru periode 2027-2031. Pada pertemuan juga ditekankan pentingnya kemitraan strategis dengan mitra pembangunan eksternal.

Indonesia mengapresiasi dukungan konsisten dari Asian Development Bank (ADB) dalam hal pengembangan kapasitas, bantuan kota hijau, hingga penyusunan Cetak Biru IB 2027-2031. “Indonesia mendorong agar akses informasi mengenai fasilitas dan program ADB dapat disebarluaskan dengan lebih baik kepada Pemerintah Daerah sebagai pemangku kepentingan utama. Lebih lanjut, Indonesia pun menekankan pentingnya mengintegrasikan kerja sama IMT-GT secara lebih bermakna ke dalam pemikiran kolektif dan prioritas ASEAN,” ujarnya.

Deputi Edi mengatakan, hasil dari pertemuan tingkat pejabat tinggi ini akan dilaporkan pada Pertemuan Tingkat Menteri (Ministerial Meeting) IMT-GT ke-32 yang akan dilaksanakan pada Kamis 10 September 2026. “Dengan komitmen bersama, semangat saling menguntungkan, serta dukungan dari para pemangku kepentingan, visi kita bersama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi kawasan yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh akan tercapai,” tutur Deputi Edi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....