Partisipasi Semesta Percepat Pemulihan Pascagempa NTT

  • 01 Sep 2026 14:51 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus melakukan percepatan pemulihan pascabencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam memulihkan layanan pendidikan di fase pertama (0-14 hari), Kemendikdasmen melakukan berbagai upaya tanggap darurat.

Pada dua minggu pertama pascagempa, Kemendikdasmen melengkapi pendataan kebutuhan 306 sekolah yang belum mengisi, membuka akses ke 22 sekolah yang belum terjangkau, mendirikan ruang kelas darurat pada 10 sekolah prioritas, menyalurkan school kit dan family kit tahap pertama, serta memverifikasi 630 sekolah dengan selisih kategori kerusakan. Jumlah satuan pendidikan yang terdampak di 7 kabupaten dan 97 kecamatan berjumlah 1.918 satuan pendidikan.

Sekolah yang rusak berat sebanyak 665 sekolah, ruang kelas yang rusak berat sebanyak 6.927, jumlah murid yang terhenti belajar sebanyak 141.207, warga sekolah yang mengungsi sebanyak 48.164 orang. Kebutuhan akan Ruang Kelas Darurat (RKD) yang diusulkan oleh 785 sekolah adalah sebanyak 2.908 unit.

Hingga Minggu 30 Agustus 2026, tenda yang sudah terpasang untuk memenuhi kebutuhan RKD sebanyak 89 buah tenda, 9 tenda dalam proses pengiriman ke sekolah dari Pos Logistik Pendidikan Manggarai Timur dan 2 tenda dalam proses pengiriman dari POS Logistik Labuan Bajo. Kerusakan terkonsentrasi di Kabupaten Manggarai yakni 381 sekolah dan 1.887 ruang kelas rusak, disusul Nagekeo (1.487) dan Manggarai Timur (1.200). Pembelajaran 141.207 siswa terhenti karena 1.221 sekolah diliburkan; baru 37 sekolah menjalankan pembelajaran darurat dan 295 sekolah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sebanyak 1.568 sekolah belum tertangani sama sekali; 344 di antara jumlah sekolah terdampak merupakan penerima program revitalisasi 2025/2026. Selain tenda, guna mendukung pemulihan bencana maka pada fase berikutnya yakni masa transisi pembelajaran, pelibatan mahasiswa turut berperan guna melakukan pendampingan kepada para korban.

Hadirnya tim pendampingan psikososial ke berbagai wilayah seperti Universitas Diponegoro (Undip) yang menyapa para korban, sangat membantu meningkatkan motivasi murid untuk kembali belajar. Hal ini sejalan dengan upaya Kemendikdasmen dalam memulihkan pembelajaran yang terpaksa terhenti di 1.221 sekolah.

Adapun sesi pendampingan psikososial yang telah dilakukan Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) Undip berlangsung di Kabupaten Ngada dan di SD Woe Natarandang, Bejawa. Pada masa transisi pembelajaran di dua minggu hingga tiga bulan ke depan, Kemendikdasmen akan melakukan perbaikan sanitasi dan melakukan asesmen teknis kerusakan oleh tim ahli bangunan.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Sekretaris Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), kerusakan tidak berhenti di ruang kelas melainkan juga atas 418 laboratorium, 1.928 unit toilet, dan 370 rumah dinas guru. Bencana gempa bumi di Flores mengundang banyak simpati dari berbagai kalangan. Salah satu bentuk nyata partisipasi semesta berasal dari Yayasan Plan Indonesia.

Organisasi yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, serta bekerja untuk menciptakan dunia yang adil dan setara bagi semua anak tersebut memberikan terpal dan kebutuhan logistik. Mereka juga mendistribusikan 300 ribu liter air untuk water trucking terutama di wilayah Lambaleda Utara, Manggarai Timur.

Serta pengecekan kesehatan kepada para penyintas. Selain itu, untuk menunjang sektor pendidikan, mereka juga mulai membangun ruang belajar sementara di wilayah Nagekeo dan dalam waktu dekat akan dilakukan pelatihan pendidikan situasi darurat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan, bencana ini mengingatkan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. Partisipasi semesta bukan sekadar slogan, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata.

“Ketika perguruan tinggi mengirimkan mahasiswa untuk pendampingan psikososial, organisasi kemanusiaan membantu memenuhi kebutuhan dasar, dan masyarakat ikut bergerak, kita sedang membangun kekuatan bersama untuk mempercepat pemulihan pendidikan di Flores. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah hadir dan bergerak bersama untuk membantu pemulihan pendidikan di Flores,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....