Magang Pengurus KDKMP Bangun Koperasi Modern dan Ekonomi Desa
- 31 Agt 2026 12:25 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Lamongan - Kementerian Koperasi memastikan, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus menjadi ruang bersama, guna mengonsolidasikan seluruh potensi ekonomi desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Karena itu, Kemenkop menggelar kegiatan magang pengurus KDKMP untuk mendapatkan ilmu dari praktik, yang diterapkan di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur (Jatim).
Hal itu dikatakan Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari dalam acara Penutupan Magang Bagi Pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha, di Lamongan, Jawa Timur dikutip dari kop.go.id. “Para peserta membawa bekal pembelajaran nyata mengenai pengelolaan koperasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan untuk diterapkan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Destry Anna Sari menegaskan, fondasi penguatan KDKMP dimulai dari pengurus yang kompeten, adaptif, dan memiliki semangat kewirausahaan. “Keberhasilan kegiatan magang tidak hanya diukur dari kehadiran selama kegiatan berlangsung, melainkan dari langkah nyata yang lahir setelah peserta kembali ke daerah,” ujar Destry
Menurut Destry Anna Sari, pengetahuan, pengalaman, dan jejaring kerja yang diperoleh selama magang menjadi modal utama bagi para pengurus untuk memperkuat tata kelola dan kemampuan usaha koperasi. “Kolaborasi antara koperasi, Pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendukung turut membuka peluang yang lebih luas bagi kemajuan KDKMP di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Destry Anna Sari menekankan peran strategis para pengurus KDKMP sebagai ujung tombak dalam menghadirkan koperasi yang modern, produktif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. KDKMP yang berkembang sehat dan kuat secara otomatis akan memperkokoh fondasi perekonomian desa sekaligus memperluas manfaat bagi anggota dan masyarakat luas.
Ia menjelaskan, peserta magang merupakan pengurus KDKMP sebanyak 54 orang yang berasal dari 31 Provinsi di seluruh Indonesia yang telah mendapatkan sertifikat pelatihan perkoperasian melalui LMS (Learning Management System) atau pelatihan dasar perkoperasian lainnya, operasional sudah berjalan dan diprioritaskan gedung sudah terbangun. “Metodologi dan Materi Pelaksanaan Magang :pendekatan dua skema yaitu pembekalan materi dan studi kunjungan (study visit) dan praktik langsung (on the job training),” ungkapnya.
Sementara, materi pembelajaran mencakup, regulasi, strategi kebijakan, prinsip dan penerapan tata kelola koperasi yang baik. Koordinasi dan komunikasi antara pengurus dan pengelola koperasi.
Transformasi jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, serta identifikasi potensi dan inovasi usaha. Kolaborasi, inkubasi, pengembangan circular business, dan ekosistem bisnis berkelanjutan.
Pengelolaan keuangan dan strategi pembiayaan atau permodalan koperasi. Teknik penyusunan proposal bisnis, metode evaluasi, dan mitigasi risiko serta studi kunjungan dan praktik langsung pada unit-unit usaha koperasi.
“Kegiatan magang ini telah berakhir, namun perjalanan memajukan KDKMP baru saja dimulai. Terapkan pengalaman yang diperoleh, hadirkan inovasi, dan bangun koperasi yang kuat, modern, serta bermanfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....