PLN Siap Kebut Swasembada Energi

  • 30 Agt 2026 11:07 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana — Target besar energi surya Indonesia resmi dimulai dari Gilimanuk, Jembrana, Bali. Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp), sekaligus melakukan groundbreaking sejumlah proyek PLTS yang menjadi bagian dari akselerasi energi baru terbarukan (EBT) nasional.

Program tersebut ditargetkan menjadi salah satu motor utama pemerintah dalam mewujudkan swasembada dan kedaulatan energi melalui pemanfaatan sumber energi domestik. Pada tahap awal, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS dengan total kapasitas mencapai 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu proyek tersebut adalah PLTS Gilimanuk yang menjadi lokasi peluncuran program nasional. Sementara itu, PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan PLN siap mendukung penuh program PLTS 100 GWp. Dukungan tersebut dilakukan melalui percepatan pengembangan proyek, kolaborasi lintas sektor, serta kesiapan sistem kelistrikan dan infrastruktur pendukung.

“PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan,” kata Darmawan, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurut Darmawan, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, PLN, pelaku usaha, industri, dan masyarakat. Pengembangan energi surya diharapkan tidak berhenti pada produksi listrik bersih, tetapi juga mampu memperkuat industri nasional dan membuka manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan Pemerintah kepada PLN. PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program ini dapat terlaksana secara optimal,” ujarnya.

Khusus di Bali, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan lima klaster PLTS dengan total kapasitas 1.000 MWp. Pengembangan tersebut akan didukung Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 3.300 MWh.

Darmawan mengatakan pengembangan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem energi bersih di Bali, yang merupakan salah satu destinasi pariwisata utama sekaligus wajah Indonesia di mata dunia. Dari total kapasitas 1.000 MWp tersebut, 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk.

“Dalam kolaborasi ini, kapasitas PLTS yang akan dikembangkan di wilayah Bali mencapai 1.000 MWp, di mana PLTS dengan total kapasitas 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk,” ujar Darmawan.

Menurut Darmawan, program PLTS 100 GWp bukan hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas energi terbarukan. Program ini juga diarahkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Transformasi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi menjadi lebih bersih. Lebih dari itu, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan,” pungkas Darmawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....