Menkomdigi Pastikan 86 Persen BTS Telah Pulih Pasca Gempa NTT

  • 18 Agt 2026 06:58 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan dukacita untuk para korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya. Ia memastikan, sebanyak 86% BTS yang terdampak gempa sudah pulih dan sisanya sedang dalam proses pemulihan. Hal itu dikatakan Menkomdigi Meutya Hafid dikutip dari komdigi.go.id.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Di tengah situasi seperti ini, kami menyadari bahwa layanan telekomunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk mendapatkan informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mendukung koordinasi penanganan bencana,” kata Menkomdigi Meutya Hafid.

Seperti diketahui, gempa bumi M 7,7 yang berpusat di Nagekeo, NTT, menyebabkan 53 orang meninggal dunia, 135 orang mengalami luka-luka, dan 5.000 lainnya mengungsi. Gempa juga menyebabkan banyak rumah warga dan infrastruktur fasilitas publik rusak.

Menkomdigi Meutya memastikan, Komdigi terus mengawal pemulihan layanan telekomunikasi yang terdampak gempa NTT. Berdasarkan pemantauan Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi), terdapat 794 site/BTS yang teridentifikasi terdampak gempa di 11 kabupaten/kota per hari Minggu ini pukul 18.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 683 site/BTS atau 86,02 persen telah pulih, sedangkan 111 site/BTS atau 13,98 persen masih dalam proses pemulihan. Sebanyak tiga kabupaten/kota telah pulih sepenuhnya. “Sejak terjadinya gempa, Komdigi bersama penyelenggara telekomunikasi terus mengawal pemulihan jaringan di wilayah terdampak. Hingga saat ini, dari 794 site/BTS yang terdampak, sebanyak 683 site/BTS atau 86,02 persen telah kembali beroperasi. Pemulihan ini terus kami kawal sampai seluruh layanan di wilayah terdampak dapat kembali normal. Kami juga memastikan upaya pemulihan dilakukan secepat mungkin, terutama di wilayah yang masih mengalami gangguan,” ujarnya.

Menurut hasil identifikasi industri telekomunikasi, gangguan yang terjadi sejak awal bencana didominasi oleh gangguan pasokan daya listrik (power failure) pada 701 site/BTS. Selain itu, terdapat 93 site/BTS yang mengalami gangguan pada jaringan transmisi.

“Pemulihan dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi, baik untuk gangguan pasokan daya maupun jaringan transmisi. Kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi dan pihak terkait agar site yang masih terdampak dapat segera kembali beroperasi,” jelas Menkomdigi Meutya.

Komdigi melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) terus memantau perkembangan kondisi jaringan dan berkoordinasi dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, serta seluruh penyelenggara telekomunikasi di wilayah terdampak. Pemantauan difokuskan pada percepatan pemulihan 111 site/BTS yang masih mengalami gangguan, khususnya di wilayah dengan jumlah maupun persentase BTS terdampak yang masih tinggi.

“Kehadiran jaringan komunikasi di tengah bencana bukan sekadar soal konektivitas. Layanan komunikasi dibutuhkan untuk memastikan masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh informasi, mengakses layanan darurat, dan mendukung koordinasi bantuan. Karena itu, pemulihan jaringan menjadi bagian penting dari upaya penanganan dan pemulihan pascabencana,” papar Meutya.

Menkomdigi Meutya Hafid juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan instansi penanganan bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....