Kemkomdigi Buka Kolaborasi, Gim Lokal Bidik Pasar Global
- 12 Agt 2026 09:33 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital membuka ruang kolaborasi dan memperluas akses konektivitas untuk membantu pengembang gim nasional meningkatkan kapasitas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementarian Komdigi Edwin Hidayat Abdullah dalam peringatan Hari Game Indonesia (HARGAI) di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta dikutip dari komdigi.go.id mengatakan kolaborasi antara pemerintah, pengembang, penerbit, industri, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem gim nasional.
“Peringatan Hari Game Indonesia menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan pemerintah, pelaku industri, pengembang, penerbit, dan masyarakat,” ujar Edwin.
Edwin mengatakan Garuda Spark Innovation Hub menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pengembang dengan pengetahuan dan perkembangan teknologi terbaru. Program tersebut juga ditujukan untuk mengurangi kesenjangan kemampuan antar-pengembang gim.
“Kita harus bridge the gap antara mereka yang sudah maju dan yang belum,” jelasnya.
Upaya tersebut berjalan bersama perluasan konektivitas dan pengembangan kompetensi talenta digital. Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Pemuda dan Startup Alfreno Kautsar Ramadhan mengatakan Kementerian Komdigi menjalankan tiga peran utama dalam ekosistem gim, yaitu menyediakan konektivitas, meningkatkan kompetensi, dan menjadi katalisator bagi pelaku industri.
“Konektivitas menjadi tulang punggung digitalisasi. Kami memperluas akses internet hingga ke pelosok melalui program fiberisasi di lebih dari 2.000 titik kampung internet. Langkah ini memudahkan pengembang gim lokal dalam melakukan riset dan mengunggah karya mereka,” kata Alfreno.
Akses pasar juga menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Komdigi mempertemukan pengembang gim nasional dengan calon mitra bisnis melalui Indonesia Game Developer Exchange (IGDX).
Ajang tersebut mencatatkan potensi transaksi bisnis hingga USD170 juta bagi pelaku industri gim dalam negeri. Nilai tersebut menunjukkan peluang pasar yang dapat dimanfaatkan pengembang lokal untuk memperluas bisnis dan membangun kerja sama dengan mitra industri.
Kementerian Komdigi juga menempatkan keamanan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem gim. Pemerintah menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS untuk mengatur layanan digital yang digunakan anak. Kementerian Komdigi juga memperkenalkan asisten digital DARA yang dapat membantu orang tua mengawasi penggunaan layanan digital dan mencegah risiko penggunaan gim secara berlebihan pada anak.
“Kami berusaha semaksimal mungkin tidak hanya menumbuhkan kontribusi ekonomi digital, tetapi juga menjaga ruang digitalnya. Kami ingin ekosistem gim nasional tumbuh pesat dan tetap aman bagi masyarakat,” jelas Alfreno.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....