Meneruskan Warisan Veteran Perjuangan sebagai Modal Membangun Indonesia
- 10 Agt 2026 10:00 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Semangat perjuangan veteran dapat diterapkan generasi muda melalui bidang dan profesi masing-masing. Pengembangan kompetensi, semangat gotong royong, serta upaya memberi manfaat bagi orang lain menjadi bentuk perjuangan yang dapat dilakukan dalam kehidupan saat ini.
Dosen Lektor Kepala Program Studi Sosiologi Universitas Udayana, Dra. Nazrina Zuryani, MA, PhD, kepada RRI.CO.ID mengatakan perjuangan para veteran tidak hanya meninggalkan sejarah, tetapi juga nilai yang dapat menjadi teladan bagi generasi berikutnya. Salah satunya adalah menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
“Pejuang-pejuang ini bagi generasi muda sekarang atau generasi setelah veteran ini mungkin sudah lebih banyak berdiam diri di rumah atau sudah tiada, maka generasi-generasi selanjutnya itu harusnya menjadikan spirit atau semangat mereka sebagai teladan,” ujar Nazrina.
Menurut Nazrina, sikap pantang menyerah dan gotong royong menjadi bagian dari nilai perjuangan yang perlu diteruskan. Nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan saling peduli dan mengutamakan kepentingan bersama.
“Jadi sebaiknya pantang menyerah dengan jiwa gotong royong itu lebih menjadi warisan dari pejuang-pejuang masa lalu kita. Karena mereka tidak pernah menyerah, pantang untuk menyerah,” katanya.
Nazrina mengatakan generasi muda memiliki bentuk perjuangan yang berbeda sesuai dengan kondisi dan bidang yang ditekuni. Karena itu, setiap orang perlu mengenali kemampuan yang dimiliki dan mengembangkannya agar dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Nah ini masing-masing kita harusnya berjuang untuk menemukan apa sih kompetensi kita, apa sih yang bisa kita jadikan kebermanfaatan diri sehingga jiwa gotong royong yang sudah ditularkan itu menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sebagai generasi penerusnya, termasuk generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, kontribusi melalui profesi tidak harus disertai keinginan untuk dikenal atau mendapat perhatian di media sosial. Keteladanan dapat terbentuk dari pekerjaan yang dilakukan dengan baik dan memberi dampak bagi orang lain.
“Bagi saya, orang yang meneladani bukan orang yang harus ada di medsos dan viral. Nggak mesti kok,” kata Nazrina.
Ia mencontohkan seorang dosen yang tetap dikenang bertahun-tahun karena ilmu yang diberikan kepada mahasiswa. Menurut Nazrina, kemampuan untuk meninggalkan nilai yang diingat orang lain juga merupakan bentuk keteladanan.
“Orang yang masih bisa diingat sekian belas tahun masih bisa diingat itu dosen saya. Masih begitu itu sudah merupakan satu bentuk keteladanan bahwa dia masih diingat, apa yang diajarkan terutama,” ujarnya.
Nazrina juga mengaitkan semangat perjuangan dengan cara generasi muda menjaga nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga persatuan tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar, tetapi dapat dimulai dari sikap setiap individu.
“Idealisme orang Indonesia itu kan menjaga nilai kebangsaan dan nilai persatuan kita dari sudut individu masing-masing kan. Tidak menyebarkan hoaks itu termasuk. Menjaga itu, itu salah satu sikap menjaga,” katanya.
Ia berharap semangat para veteran dapat diteruskan generasi muda melalui tindakan nyata di bidang masing-masing. Dengan terus mengembangkan kompetensi, menjalankan profesi dengan baik, menjaga kepedulian, dan memberi manfaat bagi orang lain, nilai perjuangan tersebut dapat tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....