Kemitraan Indonesia-Jepang Pilar Memperkuat Ekonomi Inklusif Berkelanjutan
- 05 Agt 2026 10:00 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Kemitraan Indonesia dan Jepang di bidang infrastruktur menjadi salah satu pilar penting memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia tetap menunjukkan fundamental ekonomi yang kuat serta prospek investasi yang menjanjikan.
Hal itu dikatakan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan saat Opening Speech dalam acara Indonesia–Japan Infrastructure and Transportation Business Forum and Business Matching 2026 di Jakarta, Selasa 4 Agustus 2026 dikutip dari ekon.go.id. “Kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang infrastruktur bukan sekadar sebuah cita-cita, melainkan telah menjadi rekam jejak yang nyata. Berbagai infrastruktur yang saat ini menggerakkan perekonomian Indonesia mulai dari pelabuhan, kawasan industri, tulang punggung logistik, hingga transportasi perkotaan tidak terlepas dari kontribusi teknologi, pembiayaan, dan disiplin rekayasa dari Jepang,” ujarnya.
Deputi Ferry Irawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan forum awal untuk memperkenalkan peluang investasi di sektor transportasi dan infrastruktur sekaligus mempertemukan pemilik proyek strategis Indonesia dengan calon investor, lembaga pembiayaan, pelaku usaha, dan mitra strategis Jepang yang berkedudukan di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, serta membuka peluang kerja sama dan investasi yang lebih konkret menjelang pelaksanaan forum bisnis di Tokyo.
Pemerintah memperkenalkan 32 proyek investasi strategis dari 9 BUMN/BUMD yang mencakup sektor jalan dan jalan tol, pengembangan kawasan hunian (housing and township development), properti komersial, perkeretaapian dan Transit-Oriented Development (TOD), pelabuhan dan logistik, serta fasilitas fabrikasi baja (steel fabrication). Seluruh proyek tersebut telah dipersiapkan sebagai peluang investasi yang menarik guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional.
Deputi Ferry Irawan, menyampaikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada semester I tahun 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61%, inflasi terkendali pada 3,34% (year-on-year), dan realisasi investasi melampaui Rp1.010 triliun.
Kepercayaan investor juga tercermin dari dipertahankannya peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan stable outlook oleh S&P Global Ratings, serta hasil Survei JETRO FY2025 yang menunjukkan 69,1% perusahaan Jepang di Indonesia memperkirakan akan membukukan laba operasi. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029, Pemerintah terus mendorong investasi produktif yang mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat transfer teknologi, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Pemerintah berharap proses penjajakan yang telah dimulai melalui Networking Lunch dapat berkembang menjadi kemitraan investasi yang konkret. Forum di Tokyo diharapkan menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemilik proyek Indonesia dengan investor dan pelaku usaha Jepang untuk mempercepat realisasi investasi, mendorong transfer teknologi dan pengetahuan, serta semakin memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–Jepang dalam mendukung pembangunan transportasi dan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Mari kita ubah dialog hari ini menjadi kemitraan, kemitraan menjadi proyek, dan proyek menjadi investasi yang menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat kita,” tutur Deputi Ferry Irawan.
Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri Arifianto Sofiayanto, menegaskan Indonesia dan Jepang memiliki hubungan ekonomi yang erat dan strategis. Hal tersebut tercermin dari kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang pada akhir Maret 2026 yang menghasilkan komitmen investasi baru senilai sekitar USD23,63 miliar.
Senada dengan itu, Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika BKPM Cahyo Purnomo, menyampaikan Jepang merupakan salah satu dari empat investor terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sekitar USD1,89 miliar. Pemerintah juga terus memberikan berbagai kemudahan dan insentif investasi, antara lain tax allowance, import duty exemption, dan super tax deduction, guna meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....