Menkomdigi: Nobar Serentak 100 Titik Hiburan Gratis untuk Masyarakat
- 22 Jul 2026 13:46 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Medan - Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) daerah menggelar nonton bareng Final Piala Dunia 2026 serentak di 100 titik seluruh Indonesia. Kegiatan nobar melalui tayangan TVRI ini merupakan upaya Pemerintah menghadirkan tayangan Piala Dunia 2026 secara gratis agar masyarakat Indonesia dapat menikmati pertandingan sepak bola dunia sebagai hiburan bersama.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat membuka nonton bareng Final Piala Dunia 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Pos Bloc Medan, Sumatera Utara dikutip dari komdigi.go.id mengatakan langkah tersebut menjadi momentum yang mempertemukan masyarakat Indonesia dalam pengalaman yang sama. "Kita terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah memberikan sebuah hiburan untuk rakyat melalui tayangan Piala Dunia secara gratis melalui TVRI," ujar Menkomdigi Meutya Hafid..
Menkomdigi Meutya mengatakan akses yang luas terhadap siaran Piala Dunia menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi dapat menghubungkan Indonesia dengan dunia. "Jadi malam ini kita tidak hanya terkoneksi dengan 100 titik yang diselenggarakan Komdigi, tapi begitu banyak manusia sedunia yang melakukan hal yang sama dengan yang kita lakukan. Kesan utamanya tentu adalah pertandingan menyatukan. Tidak hanya hati kita di sini, tapi sedunia," katanya.
Menurut Menkomdigi Meutya, Piala Dunia bukan hanya tentang hasil akhir pertandingan, tetapi juga tentang nilai sportivitas, perjuangan, dan persatuan. "Dalam sebuah pertandingan yang paling utama adalah sportivitas. Dalam sebuah pertandingan yang dinilai adalah ikhtiarnya. Menang kalah bukan berarti pasti yang paling baik saja. Bisa jadi tahun ini yang menang satu negara, berikutnya negara lainnya," ujarnya.
Menkomdigi Meutya juga menyampaikan apresiasi kepada TVRI yang kembali menjadi official broadcaster Piala Dunia setelah 24 tahun. Menurutnya, momentum tersebut menjadi bagian dari sejarah penyiaran publik Indonesia.
"Untuk teman-teman TVRI, ini sejarah. Karena terakhir TVRI menjadi official broadcaster itu 24 tahun lalu. Jadi setelah 24 tahun, baru kali ini kembali ke titik kebanggaan kita TVRI," kata Meutya.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah mengatakan penyelenggaraan Piala Dunia gratis melalui TVRI membuat masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyaksikan pertandingan. "Biasanya nonton Piala Dunia itu bayar karena TV swasta yang membayar hak siarnya. Alhamdulillah tahun ini pemerintah melalui TVRI yang mengeluarkan anggarannya agar seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati Piala Dunia tanpa harus bayar lagi, tanpa harus sewa dekoder dan lain-lainnya," ujar Dirjen Edwin.
Dirjen Edwin mengatakan kegiatan nonton bareng digelar di lebih dari 100 titik di berbagai daerah, termasuk Medan, Solo, Serang, Bukittinggi, Bali, hingga Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Ditjen Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....