Indonesia Siap Berkolaborasi Kembangkan Ekosistem AI Kelas Dunia

  • 20 Jul 2026 11:14 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Shanghai - Pemerintah Indonesia menegaskan kesiapan untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence atau AI) global yang terbuka, inklusif, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dunia. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berdialog dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping dalam rangkaian acara Opening Ceremony World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok, Jumat 17 Juli 2026 dikutip dari ekon.go.id.

Menko Airlangga mengungkapkan, Indonesia sangat mengapresiasi Pemerintah Tiongkok terkait inisiatif pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), serta kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk bergabung sebagai salah satu Anggota Pendiri (Founding Member States) organisasi AI kelas dunia tersebut. Inisiatif untuk bergabung ke dalam WAICO ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan AI di Indonesia.

“Kami menyampaikan salam dari Presiden Indonesia, Bapak Prabowo Subianto serta terima kasih kepada Pemerintah Tiongkok yang telah berinisiatif membentuk WAICO, dan mengajak Indonesia sebagai Founding Member States. Indonesia siap bekerjasama dengan WAICO untuk pengembangan ekosistem AI dunia,” ujar Menko Airlangga.

Sementara itu, pada Opening Ceremony WAIC 2026, Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan bahwa perkembangan AI harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, dan mendorong kemajuan bersama-sama dengan seluruh negara. Menurutnya, pengembangan AI tidak boleh menjadi monopoli satu negara saja melainkan kolaborasi bersama seluruh negara di dunia.

“Pengembangan AI tidak seharusnya menjadi ‘a solo performance’ oleh satu negara, melainkan ‘a symphony of global collaboration',” tutur Presiden Xi Jinping.

Untuk mewujudkan visi tersebut, akan dikembangkan platform AI berbasis open source yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara kolaboratif oleh berbagai negara. Selain itu, dalam lima tahun ke depan Tiongkok juga akan menyelenggarakan program peningkatan kapasitas bagi jutaan peserta dari berbagai negara guna memperluas akses terhadap teknologi dan memperkecil kesenjangan kapasitas digital.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Gutteres menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembentukan WAICO. Organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah kerja sama internasional yang mampu mendorong pengembangan teknologi AI untuk mendukung pencapaian Sustainable Developemtn Goals (SDGs) melalui pemanfaatan AI yang inklusif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat dunia.

Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan transformasi digital dan penguasaan teknologi sebagai salah satu pondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing nasional, dan mewujudkan kemajuan bangsa. Indonesia juga terus memperkuat kerja sama dengan berbagai negara untuk membangun tata kelola teknologi yang mendukung perdamaian, pembangunan berkelanjutan, dan kemajuan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....