Indonesia-Belarus Perkuat Kemitaraan Ekonomi dan Kerja Sama Bisnis

  • 01 Jul 2026 12:32 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Belarus terus berupaya memperkuat hubungan ekonomi bilateral melalui penyelenggaraan Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching. Forum yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Belarusian Chamber of Commerce and Industry (BelCCI) tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara, memperluas jejaring bisnis, serta mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan.

Momentum penguatan hubungan bilateral ini juga diperkuat dengan rencana kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia pada tanggal 1 s.d. 2 Juli 2026, yang diharapkan menghasilkan berbagai kesepakatan strategis untuk memperdalam kerja sama ekonomi kedua negara. Hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus saat ini terus menunjukkan perkembangan yang positif dengan karakteristik ekonomi yang saling melengkapi.

Belarus memiliki keunggulan pada sektor manufaktur industri dan pertanian, sementara Indonesia menawarkan pasar yang besar serta peluang investasi di berbagai sektor strategis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto di Jakarta dikutip dari ekon.go.id menyampaikan forum bisnis ini merupakan platform strategis untuk memperkuat kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business) sekaligus menerjemahkan hubungan bilateral yang baik menjadi kemitraan ekonomi yang nyata.

Menko Airlangga menjelaskan bahwa nilai perdagangan Indonesia–Belarus pada 2025 mencapai sekitar USD221,3 juta atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, ditegaskan kembali komitmen Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk elektronik, produk perikanan, karet, kakao, serta turunan minyak sawit ke Belarus.

Deputi Perdana Menteri (DPM) Republik Belarus Viktor Karankevich menyampaikan hubungan multisektor Indonesia dan Belarus terus berkembang sejak pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Aleksandr Lukashenko. Ia juga menjelaskan Presiden Lukashenko telah menandatangani Undang-undang Ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Selain itu, DPM Karankevich mendukung pembentukan Indonesia–Belarus Business Council sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dunia usaha kedua negara. Coordinating Vice Chairman for International Affairs KADIN Indonesia James T. Riady menekankan pentingnya membangun kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Belarus melalui kolaborasi antarpelaku usaha.

Menurutnya, kemitraan bisnis yang kuat akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara. Chairman of the Belarusian Chamber of Commerce and Industry (BelCCI) Mikhail Miatlikov menyampaikan apresiasi kepada KADIN Indonesia atas penyelenggaraan Forum Bisnis tersebut.

Ia menilai struktur ekonomi Indonesia dan Belarus bersifat saling melengkapi sehingga membuka peluang kerja sama yang luas di berbagai sektor. Implementasi I-EAEU FTA diharapkan semakin memperluas akses perdagangan Indonesia ke pasar EAEU yang berpenduduk sekitar 180 juta jiwa dengan nilai PDB mencapai USD2,56 triliun.

Pemerintah Indonesia juga berkomitmen menindaklanjuti hasil Sidang Komisi Bersama ke-8 RI-Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara. Selain itu, Indonesia menyambut baik rencana kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko ke Jakarta sebagai momentum untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Belarus.

Melalui penyelenggaraan Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching, kedua negara menegaskan komitmennya untuk mempererat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan serta mendorong realisasi berbagai peluang kerja sama di bidang perdagangan, investasi, industri, dan pembangunan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....