Wamenpar: Bali Punya Modal Besar Jadi Destinasi MICE Kelas Dunia
- 08 Jun 2026 11:57 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai Bali memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu destinasi Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) terbaik dunia. Karena itu, pelantikan pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031 diharapkan menjadi momentum memperkuat daya saing industri MICE Bali yang berkualitas dan berkelanjutan.
Hal itu dikatakan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat pelantikan pengurus BaliCEB periode 2026–2031 di The Meru, Sanur dikutip dari kemepar.go.id. "Kehadiran BaliCEB harus menjadi instrumen baru, semangat baru, dan kekuatan baru bagi kita semua untuk mewujudkan Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia, sekaligus menjaga kekuatan Bali dan mendorong terciptanya pariwisata yang berkualitas serta berkelanjutan," kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
Wamenpar Ni Luh Puspa menegaskan Bali memiliki potensi yang sangat besar dalam industri MICE global. Berdasarkan data International Congress and Convention Association (ICCA), Bali menempati peringkat ke-38 dunia sebagai destinasi penyelenggaraan pertemuan internasional asosiasi.
Ia menjelaskan industri MICE memiliki nilai strategis karena mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan wisata konvensional. Kehadiran peserta pertemuan dan konvensi mendorong tingkat hunian hotel, penggunaan transportasi, konsumsi produk UMKM, hingga aktivitas ekonomi kreatif dan jasa pendukung lainnya.
Pada 2024, Bali berhasil menyelenggarakan 54 pertemuan internasional yang memenuhi kriteria ICCA, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 34 pertemuan internasional. Menurut Wamenpar Ni Luh Puspa, Bali memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki banyak destinasi MICE lain di dunia. Bali menawarkan keunggulan berupa kekayaan alam, budaya, dan daya tarik destinasi yang unik.
"Setiap destinasi memiliki keunggulannya masing-masing. Bali memiliki kekuatan yang khas melalui kekayaan alam, budaya, dan keramahtamahan masyarakat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelenggaraan kegiatan MICE. Potensi inilah yang perlu terus kita optimalkan agar Bali semakin kompetitif di tingkat global," ujar Ni Luh Puspa.
Wamenpar Ni Luh Pusala mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan bersama untuk memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi MICE dunia. Beberapa di antaranya adalah peningkatan kualitas infrastruktur, pengelolaan lingkungan, penanganan sampah, serta penguatan berbagai aspek pendukung lainnya.
Menurutnya, perhatian besar Presiden terhadap pembangunan dan pengembangan Bali menjadi peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan. "Saya pikir ini adalah kesempatan yang harus kita ambil bersama. Mari kita bergotong royong menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Bali sehingga kita benar-benar mampu mewujudkan Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia," katanya.
Wamenpar juga berharap BaliCEB dapat menjadi penggerak utama dalam mendorong penerapan praktik penyelenggaraan event yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. "Event saat ini sudah dituntut memiliki standar yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Jadi bukan sekadar menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga memastikan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat," ujar Wamenpar.
Gubernur Bali Wayan Koster, menekankan pentingnya BaliCEB bekerja secara terukur dan memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung pengembangan pariwisata Bali melalui program-program konkret selama lima tahun ke depan. "Sehingga BaliCEB benar-benar dapat memainkan peran strategis dalam pengembangan pariwisata, khususnya sektor MICE di Bali," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum BaliCEB periode 2026–2031, Ketut Jaman, mengatakan kepengurusan baru akan berfokus pada lima agenda utama. Agenda tersebut meliputi penguatan positioning Bali sebagai destinasi MICE global berbasis budaya dan keberlanjutan, peningkatan promosi internasional dan jejaring global, penguatan strategi bidding event internasional secara aktif dan terstruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia MICE, serta penguatan standar layanan, pemanfaatan teknologi, keamanan, dan praktik keberlanjutan.
Selain itu, BaliCEB juga berkomitmen memperluas manfaat industri MICE bagi masyarakat Bali, termasuk pengusaha UMKM, pelaku ekonomi kreatif, komunitas lokal, seniman, dan pekerja pariwisata. "Pengembangan industri MICE tidak hanya tentang mendatangkan event internasional, tetapi juga memastikan manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Bali," ujar Ketut Jaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....