Hadiri Pembukaan Tanwir II, Wapres Gibran Soroti Hilirisasi dan Swasembada
- 25 Mei 2026 08:00 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, Kamis, 21 Mei 2026, menegaskan pentingnya hilirisasi industri dan penguatan swasembada nasional saat membuka Tanwir II PP Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 di Badung, Bali. Dalam sambutannya, Gibran menyebut Presiden RI terus menyoroti program hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk Indonesia di tengah ketidakpastian global.
“Saya yakin kemarin teman-teman semua ikut menyimak dan melihat pidato Bapak Presiden di Gedung DPR. Beliau men-highlight salah satu program yaitu hilirisasi,” ujar Gibran.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah tanpa pengolahan lanjutan di dalam negeri. “Kita ingin ke depan tidak lagi menjual barang mentah. Kita harus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” katanya.
Gibran menjelaskan hilirisasi juga menjadi fokus pemerintah pada sektor rumput laut dan garam. Ia mengungkapkan Indonesia saat ini merupakan eksportir rumput laut terbesar kedua di dunia, namun sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah.
“Indonesia adalah produsen terbesar kedua, eksportir terbesar di dunia, tapi kita masih mengirim dalam bentuk barang mentah. Ini tidak bisa diterus-teruskan, kita harus lakukan hilirisasi di dalam negeri,” ujarnya.
Ia mengatakan produk turunan rumput laut memiliki nilai ekonomi besar, mulai dari bahan pangan hingga produk kecantikan. “Produk turunannya rumput laut itu banyak sekali. Ada karagenan, ada bioavtur, banyak sekali. Produk-produk skin care banyak sekali,” katanya.
Selain itu, Gibran juga menyinggung proyek swasembada garam yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Usai membuka acara Tanwir, ia mengaku langsung bertolak ke Nusa Tenggara Timur untuk meninjau pembangunan pabrik garam.
“Kebutuhan kita tiap tahun untuk garam itu kalau tidak salah mencapai 5 juta ton per tahun. Dan ini masih menjadi tantangan tersendiri karena kita belum bisa memenuhi kuota tersebut,” ujarnya.
Menurut Gibran, dukungan generasi muda sangat dibutuhkan agar Indonesia mampu menghadapi tantangan global melalui penguatan industri nasional. “Itulah kenapa dukungan dari Pemuda Muhammadiyah itu sangat penting sekali di masa-masa yang sulit seperti ini,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....