BRIN Siapkan Rencana Pelucuran Satelit NEO-1 dan NEI di 2027

  • 13 Mei 2026 09:48 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN tengah menyiapkan peluncuran dua satelit baru bernama NEO-1 dan NEI pada awal 2027. Kehadiran dua satelit ini diharapkan bisa memperkuat kemampuan Indonesia dalam menguasai teknologi antariksa nasional.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan kedua satelit tersebut akan digunakan untuk pengamatan Bumi, pemantauan wilayah laut, dan layanan Internet of Things (IoT) di seluruh Indonesia. “Ke depan, BRIN tengah mempersiapkan satelit Nusantara Earth Observation atau NEO-1 dan satelit Nusantara Equatorial IoT (NEI), yang keduanya direncanakan meluncur pada awal 2027,” ujarnya dalam forum Apsat 2026 International Conference, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Arif, Indonesia perlu memperkuat penguasaan teknologi antariksa agar tidak terus bergantung pada negara lain. Meski Indonesia sudah lama memiliki satelit, sebagian besar teknologi dan proses produksinya masih berasal dari luar negeri.

Indonesia sendiri tercatat sebagai negara pertama di Asia yang mengoperasikan satelit telekomunikasi geostasioner melalui proyek Palapa pada 1976. Namun hingga saat ini, belum ada satelit nasional yang sepenuhnya diproduksi di dalam negeri.

Arif menilai kedaulatan teknologi bukan hanya soal memiliki satelit, tetapi juga kemampuan untuk membuat dan mengoperasikannya sendiri. “Dalam teknologi, kedaulatan bukanlah kepemilikan. Kedaulatan adalah penguasaan,” katanya.

Sebelumnya, Indonesia telah memiliki pengalaman mengembangkan beberapa satelit seperti LAPAN-A1/TubSAT, LAPAN-A2/ORARI, dan LAPAN-A3/LAPAN-IPB. Keberhasilan Surya Satellite-1 pada 2022 juga menjadi modal penting untuk mendukung pengembangan NEO-1 dan NEI.

Rencana pengembangan satelit nasional ini juga didukung meningkatnya minat investasi di sektor antariksa. Permintaan layanan konektivitas satelit di daerah terpencil dan sektor pemerintahan disebut terus mengalami pertumbuhan.

Pemerintah juga mulai membuka peluang lebih besar bagi investor melalui berbagai regulasi baru di sektor antariksa. Manufaktur dan peluncuran satelit kini telah masuk sebagai sektor bisnis resmi dalam aturan terbaru pemerintah.

Selain menyiapkan satelit baru, pemerintah juga terus mendorong pembangunan bandar antariksa di Pulau Biak. Lokasi tersebut dianggap strategis untuk melayani peluncuran satelit nasional maupun pasar internasional.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Melalui rencana jangka panjang hingga 2045, Indonesia ingin membangun ekonomi antariksa yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian teknologi nasional. BRIN bersama sejumlah kementerian kini sedang menyiapkan langkah konkret agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi antariksa, tetapi juga pemain utama di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....