Sinergi Fiskal dan Moneter jadi Angin dan Layar bagi Kapal Ekonomi Indonesia
- 04 Mei 2026 13:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil menjadi hal krusial menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu dikatakan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dalam Policy Dialogue - Kick Off program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) 2026 di Jakarta dikutip dari kemenkeu.go.id. Ia mengibaratkan kebijakan fiskal sebagai "angin" dan perbankan sebagai "layar" yang harus bekerja sama agar kapal ekonomi Indonesia mencapai tujuannya.
Wamenkeu Juda mengungkapkan kinerja APBN pada Triwulan I 2026 menunjukkan pertumbuhan belanja yang sangat signifikan, yakni mencapai 31,4% (yoy). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya tumbuh 1,4%.
"Belanja di Triwulan I sudah mencapai 21,2% dari total pagu APBN. Kami memang sengaja merubah pola pengeluaran agar lebih merata sepanjang tahun, tidak lagi menumpuk di Triwulan IV, supaya pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan lebih cepat," ujarnya.
Wamenkeu Juda mengungkapkan, dari sisi penerimaan, pajak tumbuh sebesar 20,7% (ytd), yang didorong oleh lonjakan PPN dan PPNBM sebesar 57,7%. Pertumbuhan ini menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas konsumsi masyarakat dan transaksi di sektor dunia usaha masih sangat bergairah.
Menanggapi kenaikan harga minyak mentah yang sempat menyentuh angka 100 USD per barel, Wmaenkwu Juda menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi demi menjaga daya beli masyarakat. Untuk mengantisipasi pembengkakan subsidi agar defisit tetap terjaga di bawah ambang batas 3%, pemerintah telah melakukan berbagai langkah-langkah strategis.
“Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui penajaman program prioritas, seperti efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meniadakan pemberian makan pada hari Sabtu dan masa libur sekolah. Satu hari efisiensi MBG diklaim dapat menghemat anggaran hingga Rp1 triliun. Selain itu, pemanfaatan sistem coretax serta mengoptimalkan windfall pajak dari komoditas batubara dan CPO juga menjadi salah satu strategi pemerintah,” tuturnya.
Wamenkeu Juda menegaskan filosofi program PINISI dalam menjaga arah kebijakan ekonomi. "Pinisi, bayangan kita adalah sebuah kapal. Sebuah kapal yang berlayar menuju sebuah tujuan," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....