PPLH Bali Berikan Edukasi Lingkungan bagi Generasi Muda dan Wisatawan

  • 03 Mei 2026 17:20 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Hari Bumi, dan Hari Angkutan Nasional, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali menyelenggarakan edukasi lingkungan bagi generasi muda melalui eco festival Bali Sustainability Project III bertema “Dari Kuta untuk Bali”. Kegiatan ini berlangsung di Discovery Mall Kuta– Sunset Gallery, Kabupaten Badung, Bali.

Festival yang diselenggarakan oleh Kawan Alam ini dihadiri Lebih dari 2.000 masyarakat lokal dan wisatawan. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan komunitas, akademisi, industri, pemerintah, serta masyarakat umum dalam mendorong transformasi menuju gaya hidup berkelanjutan.

Dalam pameran tersebut, PPLH Bali menampilkan berbagai program unggulan, antara lain sekolah ekologis, gerakan pemuda (youth movement), konservasi dan keanekaragaman hayati, sekolah Adiwiyata, konsumsi pangan sehat, pertanian selaras alam, zero waste cities and island, pengurangan plastik sekali pakai, serta pengelolaan sampah organik dan baterai. Koordinator Kegiatan PPLH Bali, Sintya Cahyani, menyampaikan bahwa pendekatan edukasi dilakukan secara interaktif.

“Melalui booth interaktif di Bali Sustainability Project, PPLH Bali mengajakpengunjung belajar tentang pengelolaan sampah dan pangan sehat melalui permainan lingkungan, sekaligus mendorong perubahan perilaku dari hal-hal sederhana,” ujarnya.

Beragam permainan edukatif seperti teka-teki silang, ular tangga, dan spin wheel turut menarik antusiasme pengunjung, khususnya generasi muda. Salah seorang pengunjung, Salviana Elvianti, menyatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menarik, tetapi juga meningkatkan pengetahuan tentang isu lingkungan di Bali.

Selain pameran, edukasi juga dilakukan melalui talkshow “KartiniBumi” yang menghadirkan Direktur PPLH Bali, Catur Yuda Hariyani, dengan tema “Harmoni Perempuan, Energi Masa Depan, Awal Gerakan”. Dalam paparannya, ia menjelaskan perjalanan 28 tahun PPLH Bali dalam mengembangkan pendidikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Sejak 1997, PPLH Bali telah mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk memilah sampah. Namun, pada masa tersebut belum didukung oleh kebijakan yang memadai, sehingga kesadaran masyarakat belum berkembang secara optimal.

Kondisi iniberdampak pada meningkatnya permasalahan sampah saat ini, termasuk kelebihan kapasitas TPA Suwung yang direncanakan akan ditutup, sebagai konsekuensi dari sistem pengelolaan sampah yang masih berorientasi kumpul–angkut–buang. “Pendidikan lingkungan sejak dini sangat penting. Interaksi langsung dengan alam memberikan pengalaman yang lebih membekas sepanjang hayat dibandingkan pembelajaran teoritis,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....