Open Source Kunci Inklusivitas Digital dan Akselerasi AI Indonesia

  • 02 Mei 2026 09:44 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mendorong penguatan inklusivitas sebagai fondasi transformasi digital nasional melalui pemanfaatan open source dan pengembangan ekosistem kolaboratif. Dengan konektivitas yang telah menjangkau 97 persen wilayah berpenghuni dan penetrasi internet sebesar 80,26 persen atau sekitar 230 juta pengguna, Indonesia memiliki basis kuat untuk mendorong inklusi dari akses menuju partisipasi aktif dalam inovasi.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam Red Hat Tech Day Indonesia 2026 di Jakarta Pusat dikutip dari komdigi.go.id. Momentum ini diperkuat oleh proyeksi ekonomi digital nasional yang mencapai 360 miliar dolar AS pada 2030 atau sekitar 40 persen dari total ekonomi digital ASEAN.

"Pemerintah melihat pentingnya peran komunitas. Open source merupakan aset besar yang dapat mendorong lompatan inovasi,” ujarnya.

Wamenkomdigi Nezar mengatakan, Pertumbuhan pesat ekonomi digital dan dinamika teknologi global menuntut Indonesia mengadopsi strategi yang adaptif dan terbuka. Di tengah kompetisi global, termasuk dalam pengembangan kecerdasan artifisial (AI), pendekatan berbasis open source dinilai mampu mempercepat inovasi sekaligus memperluas partisipasi pelaku digital.

Pemerintah juga menyoroti percepatan AI berlangsung dalam lanskap persaingan global yang dipengaruhi faktor geopolitik, sehingga penguasaan teknologi menjadi semakin strategis bagi kedaulatan digital suatu negara.

“Pertumbuhan AI yang sangat pesat mendorong terjadinya perlombaan teknologi yang dipengaruhi dinamika geopolitik. Penguasaan teknologi AI berkaitan erat dengan dominasi ekonomi dan politik di tingkat global,” tegas Wamen Nezar.

Wamenkomdigi Nezar menyebut, penguatan talenta digital menjadi faktor kunci untuk memastikan inklusivitas tidak hanya menciptakan pengguna, tetapi juga inovator yang mampu mengembangkan solusi teknologi secara mandiri, termasuk dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur.

“Talenta digital sangat penting. Pengalaman global menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur dapat diatasi dengan penguatan kapasitas talenta, termasuk dalam pengembangan algoritma dan inovasi teknologi,” tuturnya.

Wamenkomdigi menambahkan, pemanfaatan open source dinilai mampu mempercepat transfer pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor, sehingga inovasi dapat berkembang lebih merata, efisien, dan siap diadopsi industri.

“Kunci utama adalah membangun ekosistem digital. Dalam hal ini, open source menjadi sangat penting karena memungkinkan pengembangan yang lebih dinamis, terbuka, dan berbasis komunitas, serta mendorong kesiapan industri,” ungkap Wamen Nezar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....