Kemenpar dan Swisscontact Perkuat SDM Poltekpar Pariwisata Berdaya Saing Global

  • 23 Apr 2026 09:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat kolaborasi strategis dengan Swisscontact dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, khususnya di lingkungan Politeknik Pariwisata (Poltekpar). Komitmen tersebut ditegaskan melalui partisipasi Kemenpar dalam kegiatan Steering Committee Meeting yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan industri pariwisata.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham di Jakarta dikutip dari kemenpar.go.id mengatakan, Poltekpar memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang terampil, adaptif, dan berdaya saing, sehingga mampu terserap secara optimal di dunia industri. “Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk memastikan kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata,” ujar Martini Paham.

Dalam forum tersebut, sejumlah pihak memaparkan capaian program kerja sama yang telah berjalan serta rencana program ke depan yang mencakup berbagai pendekatan inovatif dalam pendidikan vokasi. Program tersebut meliputi Industry Based Curricula, Industry Based Learning, Project Based Learning, Adult Learning Program, hingga Young Professional Program.

Seluruh program dirancang untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan kesiapan kerja lulusan. Pertemuan ini juga menekankan pentingnya institusionalisasi program kerja sama di lingkungan Poltekpar, agar kolaborasi yang telah terbangun dapat berkelanjutan dan menjadi bagian integral dari sistem pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia.

Kerja sama antara Kemenpar dan Swisscontact sendiri telah berlangsung sejak 2018, dan saat ini memasuki fase kedua yang berjalan pada periode 2024 hingga 2027. Fase ini diarahkan untuk memperluas dampak program, memperkuat kualitas implementasi, serta memastikan keberlanjutan hasil yang telah dicapai.

Martini menegaskan penguatan komitmen seluruh Poltekpar menjadi kunci dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi pariwisata yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada dampak. “Langkah ini penting untuk mempercepat pengembangan SDM unggul yang mampu mendukung pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujarnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra pembangunan, Kemenpar optimistis penguatan pendidikan vokasi pariwisata akan semakin mampu mencetak talenta-talenta unggul yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kemajuan sektor pariwisata nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....