Indonesia Rusia Sepakat Memperkuat Kerja Sama Ekonomi Investasi Strategis

  • 12 Apr 2026 10:49 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia dan Federasi Rusia telah melaksanakan Pertemuan ke-7 Working Group on Trade, Investment, and Industry (WGTII) RI-Rusia pada yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian RI Edi Prio Pambudi dengan Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia Vladimir Illichev, serta dihadiri delegasi dari kedua negara. Deputi Edi Prio Pambudi dikutip dari ekon.go.id mengatakan, Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika ekonomi global, termasuk meningkatnya proteksionisme dan disrupsi perdagangan akibat konflik di Timur Tengah.

“Pada kerja sama dengan Federasi Rusia, kami meyakini terdapat banyak potensi besar yang belum digarap dengan maksimal guna meningkatkan kerja sama perdagangan yang berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan dan saling menguntungkan,” ungkap Deputi Edi.

Deputi Edi menyebut, momentum peringatan 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia pada tahun 2026 ini juga dapat menjadi peluang untuk semakin memperdalam kolaborasi melalui penguatan kerja sama yang lebih luas dan terstruktur. Deputi Edi menyampaikan kedua negara perlu mendorong percepatan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) serta peningkatan kerja sama di sektor-sektor prioritas, termasuk perdagangan, industri, investasi, ketahanan pangan, dan ekonomi kreatif.

Deputi Illichev menyampaikan pentingnya implementasi hasil-hasil dari pertemuan sebelumnya, termasuk penandatanganan I-EAEU FTA. Disoroti pula terkait perkembangan kerja sama strategis antara kedua pihak, seperti sektor halal dan konektivitas logistik antara Surabaya dan Vladivostok sejak tahun 2023, serta berharap forum ini dapat menghasilkan langkah konkret menjelang pertemuan lanjutan di Kazan, Federasi Rusia pada Mei mendatang.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Jose Tavares turut menyoroti liberalisasi lebih dari 90% tarif melalui Indonesia–EAEU FTA menjadi langkah penting di tengah tren global terkait proteksionisme. Dubes Tavares mencatat bahwa nilai perdagangan bilateral telah mencapai hampir USD5 miliar pada 2025, namun masih terdapat ruang besar untuk peningkatan melalui diversifikasi perdagangan, penguatan kerja sama industri, serta identifikasi proyek-proyek investasi potensial.

“Kita perlu mendorong keterlibatan yang lebih erat antara komunitas bisnis untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi,” ungkap Dubes Tavares.

Sementara itu, Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Sergey Tolchenov menegaskan dimensi ekonomi merupakan pilar utama dalam penguatan hubungan bilateral yang saling menguntungkan. Dubes Tolchenov menyoroti juga potensi besar kerja sama di berbagai sektor pertanian, industri halal, teknologi informasi, pengembangan infrastruktur, serta pertambangan dan pengolahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....