Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga
- 26 Mar 2026 20:35 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah terus mencermati perkembangan dinamika global yang ditandai dengan meningkatnya ketegangan geopolitik serta volatilitas pasar keuangan dunia. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan resilien, didukung oleh koordinasi kebijakan yang solid serta daya tahan ekonomi domestik yang terjaga.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto di Jakarta dikutip dari ekon.go.id menyampaikan Pemerintah menghormati berbagai pandangan dari masyarakat sebagai bagian dari masukan dalam perumusan kebijakan. Ia menjelaskan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang tetap kuat dan mampu menghadapi tekanan global.
“Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat, perlu kami tambahkan bahwa Pemerintah memastikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilian, ditopang oleh beberapa faktor utama,” ujar Juru Bicara Haryo.
Juru Bicara Haryo menjelaskan stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,11% (yoy), relatif tinggi dibandingkan negara peers, sementara inflasi tetap berada dalam koridor sasaran 2,5±1%. Pemerintah terus menjaga stabilitas tersebut melalui pengendalian inflasi dan kebijakan stabilisasi harga. Dari sisi permintaan domestik dan sektor riil, konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, didukung oleh berbagai stimulus fiskal dan program bantuan sosial.
“Aktivitas manufaktur juga menunjukkan kinerja yang kuat dengan PMI sebesar 53,8 yang berada pada fase ekspansi dan menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir,” ujarnya.
Jubir Haryo mengatakan, ketahanan fiskal juga tetap terjaga dengan kinerja APBN yang solid. Hingga Februari 2026, penerimaan pajak tumbuh sebesar 30,4% (yoy), didukung oleh reformasi perpajakan dan implementasi digitalisasi melalui sistem coretax yang terus memperkuat basis penerimaan negara serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Selain itu, ketahanan pangan dan energi nasional semakin menguat. Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama serta mencatat surplus produksi energi melalui program biodiesel.
Kondisi ini menjadi bantalan penting dalam menghadapi gejolak global, termasuk dampak dari konflik geopolitik. Jubir Haryo menambahkan, Pemerintah juga terus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, penguatan investasi, serta akselerasi digitalisasi.
Pengembangan sektor kendaraan listrik dan energi baru terbarukan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Pemerintah tetap optimistis perekonomian Indonesia dapat tumbuh sekitar 5,4% pada tahun 2026, dengan stabilitas yang terjaga serta reformasi struktural yang terus berjalan.
Pemerintah juga akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam merespons dinamika global, sekaligus memastikan daya tahan ekonomi nasional tetap kuat. “Kami akan terus menjaga stabilitas dan memastikan kebijakan yang diambil adaptif terhadap perkembangan global, sehingga perekonomian nasional tetap tumbuh positif dan berkelanjutan,” tutur Juru Bicara Haryo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....