Destinasi Pariwisata Indonesia Dipastikan Aman di Tengah Dinamika Timteng
- 13 Mar 2026 22:03 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Destinasi pariwisata di Indonesia dipastikan tetap aman bagi wisatawan ditengah dinamika global dan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah. Hal itu dikatakan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026 dikutip dari kemenpar.go.id.
“Pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara saksama,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.
Menteri Pariwisata menjelaskan sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan mobilitas dan perjalanan lintas negara. Karena itu, dinamika yang terjadi di berbagai kawasan dunia, termasuk di Timur Tengah, dapat memunculkan ketidakpastian dalam perjalanan internasional, baik bagi wisatawan maupun industri pariwisata global.
Menpar Widiyanti menjelaskan, Kementerian Pariwisata terus melakukan langkah-langkah adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan pariwisata Indonesia. Salah satu strategi yang dirumuskan adalah melakukan penyesuaian fokus pasar dengan memperkuat promosi pada negara-negara dengan akses perjalanan yang stabil seperti Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Oseania.
Selain melakukan pergeseran target pasar, Menpar Widiyanti mengungkapkan, Kementerian Pariwisata juga mengintensifkan promosi pariwisata Indonesia melalui kampanye digital yang lebih masif, meningkatkan penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event lintas negara, serta memperkuat minat wisatawan nusantara untuk berwisata di dalam negeri. Terkait dengan penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah yang sempat berdampak pada perjalanan sebagian wisatawan, Pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan para wisatawan dapat menunggu dengan aman hingga perjalanan mereka dapat dilanjutkan.
“Kami juga memastikan bahwa wisatawan yang saat ini berada di Indonesia tetap mendapatkan pelayanan dan dukungan yang baik,” kata Menpar Widiyanti.
Dalam laporan kinerja bulanan Kementerian Pariwisata periode Maret 2026, Menteri Pariwisata juga menyampaikan bahwa sektor pariwisata nasional menunjukkan tren yang positif pada awal tahun. Pada Januari 2026, kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk utama tercatat mencapai 1,01 juta kunjungan.
Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan 150,5 ribu kunjungan, diikuti Australia, Tiongkok, Singapura, dan India. Data dari pintu masuk perbatasan lainnya akan segera dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Negara-negara tersebut mencerminkan kombinasi pasar tradisional dan pasar strategis yang terus menjadi fokus pengembangan pariwisata Indonesia,” kata Menteri Pariwisata.
Menteri Pariwisata juga mencatat perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri pada awal tahun ini tumbuh sebesar 1,65 persen atau mencapai sekitar 1 juta perjalanan. Tujuan utama perjalanan tersebut masih didominasi oleh Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura dengan kontribusi sebesar 58,58 persen dari total perjalanan.
Malaysia dan Singapura menjadi pilihan utama karena kedekatan geografis dan kemudahan akses, sementara Arab Saudi didominasi oleh perjalanan ibadah umrah. “Jika dibandingkan dengan jumlah perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih lebih tinggi, terutama dengan adanya tambahan data dari metode Mobile Positioning Data (MPD). Dengan kondisi data sementara tersebut,” tuturnya.
Menpar Widiyanti menambahakan, untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata terus memperkuat berbagai agenda strategis. Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari 2026 mencapai 102,04 juta perjalanan, atau sedikit menurun sekitar 0,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, penurunan tersebut dipengaruhi oleh faktor posisi Bulan Januari yang berada di antara periode libur Natal dan Tahun Baru serta menjelang momentum libur besar berikutnya, seperti Imlek dan Lebaran. “Namun demikian, pergerakan wisatawan nusantara diperkirakan akan kembali meningkat seiring berbagai momentum liburan serta semakin banyaknya paket wisata yang ditawarkan oleh pelaku industri. Pemerintah optimistis dapat mencapai target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2026 melalui berbagai program promosi dan peningkatan kesiapan destinasi,” ucap Ni Luh Puspa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....