Pemerintah Dorong Konsumsi Domestik sebagai Penopang Pertumbuhan Ekonomi
- 07 Mar 2026 12:33 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mendorong penguatan konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai program stimulus, momentum belanja nasional serta peningkatan mobilitas selama leriparr hari besar keagamaan diharapkan menjaga daya beli sekaligus memperkuat kinerja ekonomi pada awal tahun.
Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat 6 Maret 2026 dikutip dari ekon.go.id.
“Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp53 triliun. Dan ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu. Dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri,” ujarnya.
Menko Airlangga menyampaikan program BINA merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pasar domestik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai promosi dan program belanja, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. Ia menjelaskan, BINA Lebaran 2026 akan diselenggarakan selama 25 hari, mulai dari tanggal 6 hingga 30 Maret 2026, dengan melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 brand, dan lebih dari 80.000 gerai ritel di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, program ini juga didukung oleh sekitar 400 pusat perbelanjaan yang menghadirkan berbagai promosi dan diskon untuk masyarakat.
Menko Airlangga mengatakan, untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini, Pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi. Stimulus pada triwulan pertama mencakup bantuan pangan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total mencapai Rp11,92 triliun, hingga diskon tarif transportasi selama periode mudik.
Menko Airlangga mengatakan, Pemerintah juga mendorong kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai insentif transportasi tersebut sekaligus meningkatkan pergerakan ekonomi di berbagai wilayah. Ia menekankan, momentum konsumsi masyarakat juga diperkuat dengan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Di sisi lain, perusahaan penyedia layanan transportasi online juga menyiapkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para mitra pengemudi dengan total nilai sekitar Rp220 miliar.
“Tentu kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama. Kuartal pertama ini kami harus dongkrak dan harapannya lebih tinggi dari tahun lalu,” tutur Menko Airlangga.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini dapat mencapai sekitar 5,5%. Target tersebut diharapkan dapat dicapai dengan dukungan peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat serta penjualan di sektor ritel. Selain memperkuat konsumsi, Menko Airlangga juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap produksi dalam negeri.
“Produksi dalam negeri juga harus dilindungi Karena semua negara mencari market yang besar. Dan Indonesia dengan 287 juta penduduk ini merupakan sebuah market yang terbesar di ASEAN,” tutur Menko Airlangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....