Kementerian Ekonomi Kreatif Dorong Tumpeng Jadi IP Gastronomi

  • 20 Feb 2026 16:38 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong gastronomi Indonesia sebagai intellectual property (IP) diwujudkan agar memberikan nilai tambah. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat menerima audiensi Indonesia Gastronomy Community (IGC) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis 19 Februari 2026 dikutip dari ekraf.go.id mengatakan, Kementerian Ekraf memiliki semangat mengembangkan potensi ekraf daerah agar naik kelas.

“Terima kasih atas upaya menggali budaya kita. Di Kementerian Ekonomi Kreatif, kami mendorong agar kekayaan budaya dapat menjadi IP yang bisa dikomersialisasikan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky, gastronomi Indonesia sebagai the new engine of growth sangat potensial karena bertumpu pada potensi daerah yang memiliki kekuatan budaya dan diferensiasi tinggi. Salah satunya yaitu tumpeng yang memiliki karakteristik di berbagai wilayah Indonesia dan fondasi kuat untuk dikembangkan sebagai IP gastronomi nasional.

Dengan storytelling yang mendalam, tumpeng tidak hanya relevan sebagai produk budaya, tetapi juga berpotensi menjadi instrumen soft diplomacyIndonesia di tingkat global. Ketua Umum IGC periode 2023–2026, Ria Musiawan, menegaskan bahwa hampir enam tahun kiprah IGC menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi strategis, khususnya dengan pemerintah, dalam memperkuat ekosistem gastronomi nasional.

“IGC adalah komunitas yang mencintai makanan, minuman, budaya, dan filosofi gastronomi. Kami ingin tumpeng semakin dikenal dan dipahami maknanya sebagai simbol persatuan. Kami berharap hari ini menjadi awal yang baik untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret,” ujar Ria.

Ria menambahkan, penguatan IP gastronomi nasional melalui pengembangan Buku Tumpeng Indonesia sebagai National Gastronomy IP menjadi salah satu prioritas. Selain itu, IGC juga mengusulkan penguatan kurasi dan storytelling UMKM kuliner, pengembangan Gastronomy Creative Hub dan model pameran berbasis experience economy, integrasi gastronomi dalam agenda promosi ekonomi kreatif nasional dan global, serta pengembangan model gastronomi berbasis dampak sosial melalui edukasi pangan lokal.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu mengapresiasi konsistensi IGC dalam mengangkat kekayaan kuliner berbasis sejarah dan budaya. Yuke menekankan pentingnya penguatan kurasi dan storytelling agar kuliner Indonesia memiliki daya saing global. Ia menjelaskan, banyak kuliner Nusantara memiliki potensi sebagai vegan-friendly, gluten-free, halal, dan healthy food, yang apabila dinarasikan dengan tepat dapat meningkatkan nilai ekonomi dan omzet pelaku usaha.

“Sebagai tindak lanjut, tradisi pertumpengan dapat menjadi pilot projectyang menunjukkan bahwa kekayaan budaya kita memiliki potensi nilai tambah yang besar untuk komersialisasi IP gastronomi nasional," ujar Yuke.

Audiensi ini menandai penguatan sinergi antara pemerintah dan komunitas dalam membangun ekosistem gastronomi berbasis intellectual property, sekaligus mempertegas peran kuliner Nusantara sebagai identitas budaya dan penggerak ekonomi kreatif nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....